digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Annisa Aprilia Arsyanti [17222102]
Terbatas  Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan

Tingginya tingkat konsumsi buah durian di Indonesia berbanding lurus dengan peningkatan volume limbah organik berupa kulit durian. Selama ini pemanfaatan limbah kulit durian sebagai biomaterial yang bernilai estetika belum dilakukan secara optimal. Merespons kondisi tersebut, penelitian ini hadir sebagai upaya memberikan nilai tambah dari limbah kulit durian. Limbah ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi biomaterial karena kandungan selulosanya yang tinggi, sehingga berpotensi menghasilkan material dengan kekuatan struktural, keawetan, serta tekstur yang solid. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus untuk menemukan metode pengolahan yang efisien guna merekayasa limbah kulit durian menjadi biomaterial yang cocok diaplikasikan pada media walldecor. Tahapan pengolahan limbah dilakukan secara ringkas, meliputi ekstraksi serat melalui pemarutan, pembersihan (scouring), serta modifikasi warna menggunakan mordant tunjung dan bleaching. Serat hasil olahan tersebut kemudian dicampur dengan bahan pengikat berupa lem putih PVAc (Polyvinyl Acetate) dan calcium carbonate untuk membentuk biomaterial yang stabil dan homogen. Material ini selanjutnya dicetak menjadi sistem modular dan dirangkai menjadi komposisi walldecor berskala besar. Seluruh proses dievaluasi secara langsung untuk menilai potensi tekstur, warna, dan kekuatan material yang dihasilkan. Hasil eksplorasi menunjukkan serat kulit durian mampu direkayasa menjadi biomaterial modular yang fleksibel untuk komposisi walldecor. Berbeda dengan papan komposit fungsional biasa, karya ini menawarkan tekstur unik yang bisa dirasakan langsung, serta pesan mendalam bagi konsumen yang peduli pada keberlanjutan. Produk ini membuktikan bahwa limbah organik dapat diangkat menjadi elemen interior bernilai seni tinggi yang selaras dengan prinsip keberlanjutan. Secara akademis, penelitian ini menyumbang basis data empiris bagi pengembangan biomaterial pada kriya kontemporer.