digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Perancangan karya ini berangkat dari ketertarikan terhadap motif-motif batik Lasem yang merepresentasikan hasil akulturasi dua budaya, yaitu Jawa dan Tionghoa. Akulturasi tersebut tercermin melalui simbol dan ornamen yang sarat makna filosofis, seperti naga dan burung hong yang berpadu dengan elemen flora khas pesisir Jawa. Ketertarikan terhadap perpaduan dua budaya ini menjadi dasar eksplorasi visual dalam menciptakan karya perhiasan yang tidak hanya menonjolkan keindahan bentuk, tetapi juga menggambarkan budaya yang telah berlangsung secara turun-temurun di Lasem. Dalam konteks kriya, proses perancangan ini berfokus pada eksplorasi motif batik Lasem ke dalam bentuk koleksi perhiasan berbasis logam dengan teknik wire work. Karya dirancang sebagai media ekspresi yang memadukan aspek estetika, simbolik, dan teknis, di mana tubuh manusia berperan sebagai ruang untuk menghidupkan karya tersebut. Melalui pendekatan ini, perhiasan tidak hanya berfungsi sebagai aksesori, tetapi juga sebagai medium naratif yang merepresentasikan warisan budaya dan identitas lokal. Material utama yang digunakan adalah tembaga, Tembaga mentah ini kemudian dieksplorasi melalui proses oksidasi (patina). Eksplorasi teknik work memungkinkan terbentuknya pola-pola struktural yang terinspirasi dari motif batik. Proses perancangan dilakukan melalui tahapan studi literatur, analisis motif, eksplorasi bentuk, hingga eksperimen teknik dengan menerapkan prinsip komposisi, keseimbangan, irama, penekanan, kesatuan, dan keserasian untuk menghasilkan karya yang harmonis secara visual maupun konseptual. Hasil akhir berupa dua set perhiasan yang mereinterpretasikan motif batik Lasem melalui pendekatan material dan teknik kontemporer. Karya ini diharapkan dapat menunjukkan potensi tembaga dalam kriya perhiasan sekaligus menjadi upaya pelestarian nilai budaya lokal melalui inovasi desain.