Penuaan kulit merupakan proses biologis kompleks yang dipengaruhi oleh faktor
intrinsik dan ekstrinsik yang dapat memicu stres oksidatif, inflamasi, cellular
senescence, serta remodeling matriks ekstraseluler. Penelitian ini bertujuan untuk
melakukan seleksi awal senyawa uji dari bahan aktif kosmetik terhadap target
remodeling matriks ekstraseluler dan fenotipe senescence pada model stres
oksidatif. Penelitian dilakukan secara bertahap melalui integrasi analisis
bioinformatika, molecular docking, evaluasi tolerabilitas awal, optimasi model stres
oksidatif, dan pewarnaan SA-?-Gal. Analisis bioinformatika menggunakan dataset
GSE45493 mengidentifikasi enam gen yang berkaitan dengan remodeling matriks
ekstraseluler setelah paparan UVA dan UVB. Berdasarkan protein-protein
interaction network dan gene hub, MMP1, MMP3, MMP9, MMP12, dan
ADAMTS4 dipilih sebagai target untuk molecular docking. Validasi docking
menghasilkan nilai RMSD di bawah 2,0 Å pada seluruh protein target, sehingga
protokol docking dinilai valid untuk screening bahan aktif kosmetik. Berdasarkan
hasil molecular docking, alpha arbutin, niacinamide, dan phenylethyl resorcinol
ditetapkan sebagai senyawa uji terpilih. Uji sitotoksisitas pada sel HaCaT dan
screening tolerabilitas pada embrio zebrafish menunjukkan bahwa alpha arbutin
dan niacinamide memiliki rentang tolerabilitas yang lebih luas relatif terhadap
phenylethyl resorcinol. Optimasi model stres oksidatif menunjukkan bahwa
paparan H?O? 400 µM selama 4 jam dengan recovery 48 jam mampu menginduksi
fenotipe senescence tanpa menyebabkan penurunan viabilitas sel yang terlalu besar.
Pada kondisi tersebut, kontrol positif H?O? menunjukkan 70,23% sel positif SA-?-
Gal, sedangkan kontrol negatif menunjukkan 3,72%. Perlakuan alpha arbutin,
niacinamide, dan phenylethyl resorcinol menurunkan persentase sel positif SA-?-
Gal, dengan konsentrasi tertinggi yang diuji masing-masing menurunkan
persentase tersebut menjadi 3,50%, 5,81%, dan 4,24%. Secara keseluruhan,
penelitian ini menunjukkan bahwa ketiga senyawa uji terpilih memiliki potensi
awal dalam menekan pembentukan fenotipe senescence pada model stres oksidatif.
Hasil ini juga dapat digunakan sebagai dasar untuk pengujian aktivitas lanjutan
terhadap protein target remodeling matriks ekstraseluler dalam mengonfirmasi
mekanisme yang mendasari efek tersebut.
Perpustakaan Digital ITB