digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Penuaan kulit merupakan proses biologis kompleks yang dipengaruhi oleh faktor intrinsik dan ekstrinsik yang dapat memicu stres oksidatif, inflamasi, cellular senescence, serta remodeling matriks ekstraseluler. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan seleksi awal senyawa uji dari bahan aktif kosmetik terhadap target remodeling matriks ekstraseluler dan fenotipe senescence pada model stres oksidatif. Penelitian dilakukan secara bertahap melalui integrasi analisis bioinformatika, molecular docking, evaluasi tolerabilitas awal, optimasi model stres oksidatif, dan pewarnaan SA-?-Gal. Analisis bioinformatika menggunakan dataset GSE45493 mengidentifikasi enam gen yang berkaitan dengan remodeling matriks ekstraseluler setelah paparan UVA dan UVB. Berdasarkan protein-protein interaction network dan gene hub, MMP1, MMP3, MMP9, MMP12, dan ADAMTS4 dipilih sebagai target untuk molecular docking. Validasi docking menghasilkan nilai RMSD di bawah 2,0 Å pada seluruh protein target, sehingga protokol docking dinilai valid untuk screening bahan aktif kosmetik. Berdasarkan hasil molecular docking, alpha arbutin, niacinamide, dan phenylethyl resorcinol ditetapkan sebagai senyawa uji terpilih. Uji sitotoksisitas pada sel HaCaT dan screening tolerabilitas pada embrio zebrafish menunjukkan bahwa alpha arbutin dan niacinamide memiliki rentang tolerabilitas yang lebih luas relatif terhadap phenylethyl resorcinol. Optimasi model stres oksidatif menunjukkan bahwa paparan H?O? 400 µM selama 4 jam dengan recovery 48 jam mampu menginduksi fenotipe senescence tanpa menyebabkan penurunan viabilitas sel yang terlalu besar. Pada kondisi tersebut, kontrol positif H?O? menunjukkan 70,23% sel positif SA-?- Gal, sedangkan kontrol negatif menunjukkan 3,72%. Perlakuan alpha arbutin, niacinamide, dan phenylethyl resorcinol menurunkan persentase sel positif SA-?- Gal, dengan konsentrasi tertinggi yang diuji masing-masing menurunkan persentase tersebut menjadi 3,50%, 5,81%, dan 4,24%. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa ketiga senyawa uji terpilih memiliki potensi awal dalam menekan pembentukan fenotipe senescence pada model stres oksidatif. Hasil ini juga dapat digunakan sebagai dasar untuk pengujian aktivitas lanjutan terhadap protein target remodeling matriks ekstraseluler dalam mengonfirmasi mekanisme yang mendasari efek tersebut.