Pendeteksian kelurusan morfologi di Kalimantan terutama di wilayah Long Pahangai merupakan salah satu cara untuk mengidentifikasi adanya zona mineralisasi pada wilayah tersebut. Long Pahangai memiliki kondisi geologi yang tergolong sulit karena Long Pahangai ditentukan oleh lipatan dan sesar yang memiliki arah tenggara-barat laut dan barat daya-timur laut. Regional satuan tektonostratigrafi menunjukkan pertemuan (sutura) tektonik lempeng melintasi Borneo yang mengikuti singkapan komplek ofiolit dan bancuh tektonik. Batuan yang ditemukan di wilayah tersebut terdiri dari batuan beku plutonik (intrusi), batuan sedimen laut dalam, dan batuan metamorf (ekstrusi) yang memiliki nilai ekonomi. Pendeteksian kelurusan tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan metode LifedSAR dengan menggunakan data ALOS PALSAR, RADARSAT-2, dan SRTM 30M. Hasil metode LifedSAR merupakan sebuah citra densitas kelurusan yang menunjukkan kerapatan kelurusan per satuan area piksel. Setiap citra yang digunakan memiliki panjang gelombang dan frekuensi yang berbeda untuk mengetahui seberapa akurat metode tersebut untuk tipe citra yang berbeda. Citra densitas kelurusan metode LifedSAR dapat digunakan untuk mengidentifikasi adanya mineralisasi pada sebuah wilayah
Perpustakaan Digital ITB