Energi terbarukan berasal dari proses alam yang diisi ulang terus-menerus. Dalam berbagai bentuknya, berasal langsung dari matahari, atau dari panas yang dihasilkan jauh di dalam bumi. Termasuk dalam definisi adalah listrik dan panas yang dihasilkan dari matahari, angin, laut, tenaga air, biomassa, sumber daya panas bumi, dan bahan bakar bio dan hidrogen berasal dari sumber daya terbarukan. Energi terbarukan menggantikan bahan bakar konvensional di empat bidang yang berbeda: jasa energi pembangkit listrik, air panas / pemanasan ruang, bahan bakar transportasi, dan pedesaan (off-grid). Di banyak tempat, energi pembangkit listrik terbarukan dibangun dalam skala besar, tapi teknologi ini juga cocok untuk dengan daerah pedesaan dan terpencil. Skala kecil proyek yang diperlukan untuk memberikan akses energi modern untuk rakyat, khususnya di negara berkembang, baik untuk rumah tangga dan industri kecil. Mini-hidro adalah pengembangan pembangkit listrik tenaga air pada skala melayani komunitas kecil atau tanaman industri. Definisi dari proyek hydro kecil bervariasi tetapi kapasitas pembangkit hingga 10megawatts (MW) secara umum diterima sebagai batas atas apa yang dapat disebut mini-hidro. Listrik tenaga air adalah generasi tenaga listrik dari gerakan air. Sebuah fasilitas listrik tenaga air membutuhkan aliran diandalkan air dan ketinggian yang wajar dari jatuhnya air, yang disebut head. Dalam instalasi, air disuplai dari reservoir melalui saluran atau pipa ke turbin. Tekanan air yang mengalir pada bilah turbin menyebabkan poros untuk berputar. Poros yang berputar dihubungkan ke generator elektrik yang mengubah gerakan poros menjadi energi listrik.
Di Indonesia, listrik masih menjadi masalah. Pasokan listrik yang diproduksi oleh perusahaan milik negara, PT. Anak pajak tangguhan Listrik Negara (PLN), tidak bisa memenuhi permintaan penggunaan listrik warga. Dari kesempatan ini, PT. Pembangkit Listrik Induring ingin membuat mini tenaga air proyek pembangkit di Batang Jalamu River, Induring, Batang Kapas, Sumatera Barat yang memiliki kapasitas 2 x 600 kW. Output listrik dari pembangkit listrik akan dibeli oleh PT. PLN dalam rangka mengikuti ESDM Permen no. 31/2009. Jumlah Net Present Value (NPV) adalah Rp 12.594.869.237. Internal Rate of Return (IRR) adalah 22,43%. The Payback Period (PBP) dari proyek
ini adalah 8 tahun 3 bulan dan 11 hari. Kata kunci: mini hidro, studi kelayakan, analisis sensitivitas
Perpustakaan Digital ITB