Penelitian ini mengkaji strategi diversifikasi Premysis Consulting ke dalam layanan konsultasi tentang keberlanjutan dan ESG (Environmental, Social, and Governance) dengan menggunakan pendekatan analisis kesesuaian antara faktor internal dan eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk menilai bagaimana expertise Premysis dalam konsultasi berbasis ISO dapat dimanfaatkan untuk memasuki pasar ESG yang sedang berkembang di Indonesia. Hal ini dipicu oleh regulasi POJK 51/2017 serta meningkatnya tuntutan dari para pemangku kepentingan. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah kualitatif eksploratori. Penelitian dilakukan melalui wawancara internal, enam wawancara eksternal dengan klien, dan satu sesi Diskusi Kelompok Terfokus (FGD). Analisis PESTGDP dan VRIO–RBV mengungkapkan bahwa Premysis memiliki aset berharga seperti kepercayaan dari klien, metodologi yang teratur, serta kompetensi dalam regulasi. Namun, perusahaan ini juga menghadapi tantangan dalam hal keterampilan teknis ESG, kesiapan digital, dan pengembangan budaya inovasi.
Hasil analisis tematik mengidentifikasi empat segmen pasar utama: Compliance-Oriented, Transformation-Focused, Mid-Sized/Underserved, dan Innovation-Oriented. Dari keempat segmen tersebut, segmen yang paling strategis untuk dikembangkan adalah Transformation-Focused dan Mid-Sized. Penelitian ini menganjurkan penerapan strategi bisnis hibrida. Strategi ini menggabungkan fokus pada diferensiasi untuk klien yang mengalami transformasi dan pendekatan kepemimpinan biaya untuk klien berskala menengah. Diversifikasi ESG dianggap pantas apabila didukung oleh peningkatan kemampuan dalam bidang ESG, pengembangan alat digital, dan pendekatan kerjasama dengan klien. Penelitian ini memberikan sumbangan pada kajian tentang konsultansi keberlanjutan dengan mengungkapkan cara keselarasan antara faktor-faktor internal dan eksternal dapat mendukung perusahaan konsultansi dalam bertransisi dari layanan yang fokus pada kepatuhan menjadi kemitraan strategis di bidang ESG.
Perpustakaan Digital ITB