Klorofil-a adalah pigmen hijau pada fitoplankton yang berfungsi untuk menangkap
cahaya matahari dalam proses fotosintesis dan menjadi indikator kesuburan dan
tingkat produktivitas suatu perairan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
dan membandingkan pola sebaran vertikal klorofil-a pada Desember 2019 dan
Februari 2021 berdasarkan data pengukuran in situ di delapan stasiun pengamatan
yang membentang dari utara hingga selatan di Selat Makassar. Profil vertikal
klorofil-a pada kedua priode, menunjukan konsentrasi klorofil-a maksimum utama
ditemukan di lapisan antara kedalaman zona eufotik dengan batas atas nitraklin,
yang mencerminkan adanya kondisi cahaya dan ketersediaan nutrien yang
mendukung keberadaan fitoplankton. Pada Desember 2019, beberapa stasiun
menunjukkan dua lapisan maksimum klorofil-a, yaitu pada kedalaman 23–67 m dan
183–261 m, dengan konsentrasi pada rentang 0,502–0,964 µg/L. Sementara itu,
pada Februari 2021 hanya ditemukan satu lapisan maksimum klorofil-a pada
kedalaman sekitar 36–57 m dengan konsentrasi 0,463–0,606 µg/L. Secara umum,
Desember 2019 menunjukkan struktur klorofil-a yang lebih dalam dan bervariasi,
sedangkan Februari 2021 menunjukkan struktur yang lebih seragam dan terbatas
dikedalaman 0 – 100 m. Hasil estimasi produktivitas primer menggunakan Variable
Production Model (VGPM), menunjukan nilai produktivitas primer pada bulan
Desember 2019 relatif lebih tinggi dibandingkan dengan bulan Februari 2021 yang
menunjukan kondisi yang mendukung untuk kehidupan fitoplankton. Variasi
stratifikasi juga dapat memengaruhi proses pencampuran serta distribusi massa air
di dalam kolom air, termasuk ketersediaan nutrien bagi fitoplankton. Hal tersebut
mengindikasikan terdapat pengaruh kondisi oseanografi di Selat Makassar pada
Desember 2019 dan Februari 2021.
Perpustakaan Digital ITB