digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Angga Bimo Prasetio
PUBLIC Open In Flipbook Rita Nurainni, S.I.Pus

Klorofil-a adalah pigmen hijau pada fitoplankton yang berfungsi untuk menangkap cahaya matahari dalam proses fotosintesis dan menjadi indikator kesuburan dan tingkat produktivitas suatu perairan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan pola sebaran vertikal klorofil-a pada Desember 2019 dan Februari 2021 berdasarkan data pengukuran in situ di delapan stasiun pengamatan yang membentang dari utara hingga selatan di Selat Makassar. Profil vertikal klorofil-a pada kedua priode, menunjukan konsentrasi klorofil-a maksimum utama ditemukan di lapisan antara kedalaman zona eufotik dengan batas atas nitraklin, yang mencerminkan adanya kondisi cahaya dan ketersediaan nutrien yang mendukung keberadaan fitoplankton. Pada Desember 2019, beberapa stasiun menunjukkan dua lapisan maksimum klorofil-a, yaitu pada kedalaman 23–67 m dan 183–261 m, dengan konsentrasi pada rentang 0,502–0,964 µg/L. Sementara itu, pada Februari 2021 hanya ditemukan satu lapisan maksimum klorofil-a pada kedalaman sekitar 36–57 m dengan konsentrasi 0,463–0,606 µg/L. Secara umum, Desember 2019 menunjukkan struktur klorofil-a yang lebih dalam dan bervariasi, sedangkan Februari 2021 menunjukkan struktur yang lebih seragam dan terbatas dikedalaman 0 – 100 m. Hasil estimasi produktivitas primer menggunakan Variable Production Model (VGPM), menunjukan nilai produktivitas primer pada bulan Desember 2019 relatif lebih tinggi dibandingkan dengan bulan Februari 2021 yang menunjukan kondisi yang mendukung untuk kehidupan fitoplankton. Variasi stratifikasi juga dapat memengaruhi proses pencampuran serta distribusi massa air di dalam kolom air, termasuk ketersediaan nutrien bagi fitoplankton. Hal tersebut mengindikasikan terdapat pengaruh kondisi oseanografi di Selat Makassar pada Desember 2019 dan Februari 2021.