Abstrak - Fikriararia Rahma M
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Hutan pegunungan tropis memiliki peran penting dalam menjaga keanekaragaman hayati, menyimpan karbon, mengatur tata air, serta mendukung stabilitas iklim global. Namun, informasi mengenai dinamika jangka panjang komunitas pohon di hutan pegunungan tropis Indonesia masih terbatas. Sebagai upaya mengisi kesenjangan tersebut, petak permanen seluas 1 ha pada elevasi 2.182–2.258 m dpl dibangun di Gunung Kerinci pada tahun 2016 dan dilakukan pengukuran ulang pada tahun 2026. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perubahan struktur dan komposisi komunitas pohon selama sepuluh tahun, mengukur dinamika demografi yang meliputi laju mortalitas, rekrutmen, dan pertumbuhan diameter, serta menganalisis stabilitas komunitas berdasarkan perubahan komposisi wood density dan turnover rate. Penelitian dilakukan melalui pengukuran ulang seluruh pohon berdiameter setinggi dada (DBH) ?10 cm yang telah ditandai pada sensus tahun 2016 serta individu baru yang mencapai batas diameter tersebut pada petak permanen seluas 1 ha yang terdiri atas 100 subplot berukuran 10 m × 10 m. Wood density diukur menggunakan increment borer pada batang perwakilan spesies. Analisis meliputi struktur dan komposisi komunitas serta parameter demografi berupa mortalitas, rekrutmen, dan pertumbuhan diameter pohon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah individu meningkat dari 570 menjadi 620 individu ha?¹, jumlah spesies dari 28 menjadi 32, jumlah famili dari 20 menjadi 24, indeks Shannon–Wiener (H') dari 2,89 menjadi 2,95, dan basal area dari 51,45 menjadi 59,85 m² ha?¹. Famili Myrtaceae tetap menjadi famili dominan, sedangkan Syzygium lineatum dan Turpinia montana merupakan spesies dengan kelimpahan tertinggi pada kedua periode pengamatan. Struktur diameter tetap berpola reverse-J, dengan hubungan DBH dan tinggi pohon yang kuat (R = 0,74–0,77). Laju rekrutmen (1,91% tahun?¹) lebih tinggi dibandingkan mortalitas (1,05% tahun?¹), menghasilkan net gain sebesar 0,86% tahun?¹ dan turnover rate sebesar 1,48% tahun?¹. Kelompok wood density Medium memiliki pertumbuhan diameter tertinggi (0,40 cm tahun?¹), sedangkan kelompok Heavy memiliki mortalitas tertinggi. Penelitian ini menunjukkan pentingnya pemantauan jangka panjang pada petak permanen untuk mendukung pengelolaan adaptif dan konservasi hutan pegunungan tropis, serta merekomendasikan pengembangan jaringan petak permanen pada berbagai gradien elevasi dan penambahan variabel lingkungan guna meningkatkan pemahaman terhadap faktor-faktor yang mengendalikan dinamika komunitas pohon.
Perpustakaan Digital ITB