digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800


COVER
PUBLIC Open In Flipbook Rina Kania

BAB I
PUBLIC Open In Flipbook Rina Kania

Bab II
PUBLIC Open In Flipbook Rina Kania

Bab III
PUBLIC Open In Flipbook Rina Kania

BAB IV
PUBLIC Open In Flipbook Rina Kania

BAB V
PUBLIC Open In Flipbook Rina Kania

BAB VI
PUBLIC Open In Flipbook Rina Kania

LAMPIRAN
PUBLIC Open In Flipbook Rina Kania

Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian terbanyak di dunia, dengan kematian jantung mendadak (Sudden cardiac death, SCD) sebagai salah satu manifestasi yang paling sulit diantisipasi karena umumnya menimpa individu tanpa peringatan yang jelas. Stratifikasi risiko SCD saat ini masih sangat bergantung pada Left ventricular ejection fraction (LVEF), meskipun LVEF pada dasarnya adalah ukuran fungsi mekanis jantung dan bukan pengukuran langsung terhadap substrat aritmogenik yang mendasari kerentanan aritmia ventrikel. Vectorcardiography (VCG) menawarkan representasi tiga dimensi aktivitas listrik jantung yang berpotensi mengukur heterogenitas kelistrikan ventrikel (Global Electrical Heterogeneity, GEH) secara lebih langsung, namun VCG secara historis kurang praktis karena memerlukan sistem sadapan khusus yang terpisah dari elektrokardiogram (EKG) 12-sadapan standar. Penelitian ini mengembangkan sebuah sistem terintegrasi berbasis MATLAB App Designer yang merekonstruksi VCG dari EKG 12-sadapan standar menggunakan transformasi matriks Kors, memvisualisasikannya dalam ruang vektor tiga dimensi, mengekstraksi fitur GEH (Spatial QRS-T Angle, spatial ventricular gradient, sum absolute QRST integral, durasi QRS, dan Resting heart rate), serta menghitung skor stratifikasi risiko SCD berbasis tier (RENDAH/SEDANG/TINGGI/SANGAT TINGGI) mengikuti kerangka additive ordinal risk score. Ambang klasifikasi menggabungkan nilai literatur untuk penanda berbasis sudut/arah dan kalibrasi terhadap distribusi populasi NORM pada basis data PTB-XL untuk penanda berbasis amplitudo, guna memitigasi bias mekanistik atenuasi amplitudo akibat transformasi Kors dan penapisan high-pass. Validasi dilakukan dengan desain known-groups concurrent validity, karena baik PTB-XL maupun data klinis yang digunakan tidak menyertakan pemantauan lanjutan mortalitas. Pada fold ke-10 PTB-XL (held-out, leakage-safe), skor komposit menghasilkan AUC 0,809 (IK95% 0,772-0,846) untuk NORM dibandingkan MI union HYP, dengan AUC lebih tinggi untuk NORM vs HYP (0,898) dibandingkan NORM vs MI (0,765). Pengujian awal pada sampel klinis RSUP dr. Hasan Sadikin Bandung (9 pasien LVEF <35% berbanding 9 kontrol) menghasilkan AUC 0,994, sensitivitas tier 89%, dan spesifisitas tier 100%. Spatial QRS-T Angle konsisten menjadi penanda tunggal terkuat pada kedua basis data, sedangkan penanda amplitudo (SAI QRST, SVG magnitude) menunjukkan arah diskriminasi yang berbeda antara substrat MI (lebih rendah dari NORM) dan HYP (lebih tinggi dari NORM), sebuah temuan yang konsisten secara mekanistik dengan patofisiologi kedua substrat: berkurangnya massa miokardium viable pada infark menurunkan kontribusi elektrik total, sedangkan bertambahnya massa otot pada hipertrofi meningkatkannya.