Mobilitas mandiri sangat krusial bagi perkembangan kognitif dan fisik anak-anak dengan
disabilitas fisik, namun mengoperasikan kursi roda standar dapat berdampak pada
kelelahan fisik dan mental yang menghambat partisipasi sosial. Meskipun teknologi navigasi
otonom menawarkan solusi menjanjikan untuk mengurangi kelelahan, sistem yang ada saat
ini seringkali bersifat umum, sulit dijangkau karena biaya perangkat keras yang tinggi, atau
kurang mempertimbangkan desain spesifik yang dibutuhkan anak-anak. Akibatnya, masih
terdapat kesenjangan yang signifikan dalam pengembangan alat bantu mobilitas otonom
yang aksesibel dan berpusat pada anak yang dapat beroperasi secara andal di lingkungan
dalam ruangan (indoor).
Untuk mengatasi tantangan ini, penelitian ini merinci pengembangan dan integrasi
prototipe kursi roda otonom yang dirancang untuk pemetaan dalam ruangan yang tangguh.
Sistem ini beroperasi pada arsitektur Robot Operating System 2 (ROS 2), yang
menggabungkan data dari sensor 2D Light Detection and Ranging (LiDAR), Inertial
Measurement Unit (IMU), dan sensor efek Hall untuk bernavigasi secara efektif. Extended
Kalman Filter (EKF) digunakan untuk menggabungkan data proprioseptif dari odometri
roda dan IMU, guna memitigasi efek selip roda dan penyimpangan (drift) untuk memberikan
estimasi posisi (pose) yang akurat. Fusi sensor ini mendukung algoritma Simultaneous
Localization and Mapping (SLAM) berbasis LiDAR, yang memungkinkan kursi roda
membangun peta occupancy grid yang presisi di lingkungan yang tidak diketahui.
Validasi eksperimental memverifikasi kemampuan sistem dalam memberikan performa
navigasi dengan presisi tinggi. Uji gerak linier menunjukkan linearitas pengukuran yang
tinggi (R² ? 0.999) setelah kalibrasi untuk kesalahan sistematis radius roda, sementara
konsistensi pemetaan diverifikasi secara kuantitatif melalui uji coba berulang menggunakan
Structural Similarity Index Measurement (SSIM), yang menghasilkan skor kemiripan antara
0,66 dan 0,77. Hasil ini mengonfirmasi bahwa sistem SLAM berbasis LiDAR yang
dikembangkan dapat membangun peta dalam ruangan yang konsisten secara andal,
sehingga menetapkan landasan fungsional dan tangguh bagi kursi roda bantu otonom di
masa depan.
Perpustakaan Digital ITB