2026 ALBI ARRIZKYA PUTRA ABSTRAK
Terbatas Dwi Ary Fuziastuti
» ITB
Terbatas Dwi Ary Fuziastuti
» ITB
Pertumbuhan ekosistem pembayaran digital memicu peningkatan kejahatan finansial,
khususnya penipuan kartu kredit yang menyebabkan kerugian ekonomi global. Metode
deteksi konvensional berbasis aturan saat ini dinilai tidak memadai karena memiliki
tingkat kesalahan deteksi yang tinggi dan gagal mengidentifikasi pola pada data transaksi
sekuensial. Oleh karena itu, diperlukan penerapan model pembelajaran mendalam untuk
mendeteksi penipuan dengan lebih akurat. Tugas Akhir ini menyusun dan membandingkan
model berbasis Gated Recurrent Neural Network (RNN), yaitu Long Short-Term
Memory (LSTM), Bidirectional LSTM (BiLSTM), Gated Recurrent Unit (GRU), dan Bidirectional
GRU (BiGRU) untuk mengklasifikasi transaksi penipuan. Dalam penyusunan
model, dilakukan penyeimbangan data menggunakan metode random undersampling
untuk mengatasi ketidakseimbangan kelas yang ekstrem pada data. Selain itu, dilakukan
optimasi hyperparameter melalui metode Grid Search dan pengujian model dengan
serta tanpa mekanisme Attention. Metrik evaluasi utama difokuskan pada nilai Recall
dan F1-Score. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa penambahan mekanisme Attention
tidak memberikan peningkatan performa yang signifikan. Dengan memprioritaskan
metrik Recall untuk meminimalkan lolosnya transaksi penipuan, diperoleh bahwa model
GRU 2 hidden layer 32 neuron dengan mekanisme Attention dan BiGRU 1 hidden
layer 32 neuron tanpa mekanisme Attention mampu menghasilkan nilai Recall tertinggi
sebesar 98.17%. Model BiGRU mencatatkan nilai F1-Score sebesar 97.49% dan Precision
sebesar 96.83%, sementara model GRU memperoleh F1-Score sebesar 97.42%
dan Precision sebesar 96.69%. Pengujian Cross-Validation menunjukkan bahwa kedua
arsitektur model tersebut bersifat sangat robust dan keandalannya terutama berasal dari
arsitektur jaringan.
Perpustakaan Digital ITB