Lembar Pengesahan
Terbatas karya
» ITB
Terbatas karya
» ITB
BAB I
Terbatas karya
» ITB
Terbatas karya
» ITB
BAB II
Terbatas karya
» ITB
Terbatas karya
» ITB
BAB III
Terbatas karya
» ITB
Terbatas karya
» ITB
BAB IV
Terbatas karya
» ITB
Terbatas karya
» ITB
BAB V
Terbatas karya
» ITB
Terbatas karya
» ITB
Daftar Pustaka & Lampiran
Terbatas karya
» ITB
Terbatas karya
» ITB
Sistem peringatan dini gempa bumi dan tsunami membutuhkan sub-sistem deteksi
otomatis sinyal-P yang baik untuk menentukan waktu kedatangan gempa bumi.
Sub-sistem ini memiliki masukan berupa sinyal gempa bumi dalam ranah waktu
dan keluaran berupa waktu kedatangan gempa bumi. Ada beberapa metode umum
untuk melakukan deteksi otomatis sinyal-P, salah satunya adalah metode ShortTerm Average/Long-Term Average (STA/LTA) yang dipadukan dengan metode
Auto-Regressive Coefficient (AR-AIC). Walaupun metode ini praktikal dan realtime, akurasinya masih relatif rendah dengan galat waktu yang relatif besar juga.
Dengan berkembangnya metode pembelajaran mesin dan memperhatikan
kemiripan karakteristik antara sinyal gempa dengan sinyal citra, penggunaan
metode Deep Learning dapat meningkatkan kinerja pada deteksi otomatis sinyal-P.
Dengan menganggap jenis kanal seismogram sebagai tinggi citra dan sinyal-sinyal
tiap waktunya dalam sebuah window tertentu sebagai lebar citra, sinyal gempa bumi
dapat diilustrasikan sebagai sinyal citra. Sayangnya, sinyal gempa ini termasuk
pada golongan dataset yang tak seimbang karena faktanya data yang mengandung
sinyal- P jauh lebih sedikit dari data yang tidak mengandung sinyal-P. Diusulkan
pada riset ini, sebuah deteksi otomatis sinyal-P dengan menggunakan Deep
Learning pada ranah waktu dan frekuensi dengan metode oversampling SMOTE.
Deep Learning digunakan sebab dapat melakukan generalisasi dengan baik untuk
dataset yang luas akibat lapisan konvolusi dan lapisan pooling yang berada di dalam
arsitekturnya. Selain itu, dengan menggunakan SMOTE, masalah ketidakseimbangan dataset dapat terselesaikan dengan cara memperbanyak data yang
mengandung sinyal-P, namun tidak melalui duplikasi. Dengan menggunakan
metode ini, akurasi sistem adalah 99.3 % dengan root mean square error hasil
deteksi pada 0.202 detik pada dataset sinyal gempa berfrekuensi sampling 100 Hz.
Selain itu, dengan menggunakan prosesor i7, waktu eksekusi maksimal dari metode
ini adalah 0.17 detik dengan waktu periodik pada nilai 0.4 detik. Dengan hasil
tersebut, sistem ini berhasil mendeteksi waktu nyata kedatangan sinyal gempa.
Perpustakaan Digital ITB