DAFTAR ISI Rafly Wahyu Syahryan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 Rafly Wahyu Syahryan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Rafly Wahyu Syahryan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Rafly Wahyu Syahryan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Rafly Wahyu Syahryan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Rafly Wahyu Syahryan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 6 Rafly Wahyu Syahryan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
DAFTAR PUSTAKA Rafly Wahyu Syahryan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
LAMPIRAN Rafly Wahyu Syahryan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Pemetaan manifestasi geotermal di lapangan dengan kondisi topografi yang terjal
dan tutupan vegetasi yang lebat dapat mengurangi efektivitas dalam eksplorasi.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi dan mengklasifikasikan sebaran titik
manifestasi meliputi fumarola, mata air panas, kaipohan serta menganalisis
efektivitas citra Landsat-8, Advanced Spaceborne Thermal Emission and Reflection
Radiometer (ASTER) Thermal Infrared Radiometer (TIR), Digital Elevation Model
Nasional (DEMNAS), dan Advanced Land Observing Satellite (ALOS) Phased
Array type L-band Synthetic Aperture Radar (PALSAR) di lapangan geotermal
Rantau Dedap, Sumatra Selatan. Citra Landsat-8 dan ASTER TIR yang telah
dilakukan pansharpening metode Local Mean and Variance Matching (LMVM),
kemudian digunakan untuk menurunkan parameter Land Surface Temperature
(LST), Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), dan band ratio alterasi
hidrotermal permukaan. Sedangkan citra ALOS PALSAR dengan metode speckle
filtering digunakan untuk mendeteksi kelurusan struktur geologi dengan lebih jelas.
Sebaran 94 data manifestasi eksisting dominan berada di dekat pusat erupsi gunung
api, struktur orientasi NE-SW, dan dataran kaki gunung api. Sedangkan pada hasil
analisis parameter, sebaran data manifestasi eksisting menunjukkan nilai NDVI
pada vegetasi sedang, band ratio pada mineral alterasi, dan suhu LST sebesar 15?C.
Hasil deteksi sebaran delineasi prospek manifestasi fumarola dan mata air panas
menghasilkan sebaran ke arah barat laut dan prospek manifestasi kaipohan ke arah
timur laut dari pusat erupsi Semendo. Klasifikasi delineasi prospek manifestasi
menghasilkan tipe fumarola A dan B, mata air panas A dan B, serta kaipohan A dan
B. Penggunaan metode Multi-Criteria Evaluation (MCE) pada data manifestasi
permukaan di lapangan, dapat menghasilkan tingkat efektivitas dengan
memperhatikan ambang batas dengan hasil untuk manifestasi kaipohan sebesar
28,6%, mata air panas sebesar 15,5%, dan fumarola sebesar 10,3%. Metode MCE
juga digunakan untuk menganalisis tingkat sensitivitas sebesar 85,7% untuk band
ratio, 69% untuk NDVI, dan 62% untuk LST. Kemudian, analisis titik manifestasi
yang berada di dalam radius kurang dari atau sama dengan 200 meter dari kelurusan
geologi membuktikan manifestasi dikontrol oleh struktur lokal berarah NE-SW dan
N-S. Tingkat kesesuaian lokasi manifestasi fumarola terhadap struktur geologi
sebesar 27,6% sedangkan mata air panas sebesar 20,7% terhadap data lapangan.
Perpustakaan Digital ITB