Cover - Fatah Banyunuki Raziqin
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 - Fatah Banyunuki Raziqin
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 - Fatah Banyunuki Raziqin
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 - Fatah Banyunuki Raziqin
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 - Fatah Banyunuki Raziqin
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 - Fatah Banyunuki Raziqin
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Daftar Pustaka - Fatah Banyunuki Raziqin
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Energi panas bumi merupakan sumber energi terbarukan yang andal dan beremisi rendah, tetapi pengembangannya sering terkendala oleh tingginya biaya investasi awal, terutama untuk pengeboran sumur baru. Penelitian ini mengevaluasi kelayakan teknis dan ekonomi pemanfaatan kembali sumur minyak terlantar di Indonesia sebagai sumber panas bumi untuk pembangkitan listrik menggunakan sistem Siklus Rankine Organik tertutup. Kondisi reservoir diperkirakan berdasarkan gradien panas bumi regional dan perhitungan tekanan hidrostatik, yang menunjukkan bahwa temperatur fluida panas bumi sekitar 125 °C pada kedalaman 3 km dapat dicapai dengan tetap mempertahankan operasi fluida satu fasa cair. Sistem disimulasikan pada kondisi tunak menggunakan Aspen HYSYS dengan R245fa sebagai fluida kerja. Validasi model dilakukan dengan mereplikasi pembangkit listrik panas bumi biner Chena Hot Springs, dengan deviasi tertinggi terhadap data pembangkit yang dipublikasikan sebesar 3,52%, sehingga menunjukkan tingkat akurasi simulasi yang dapat diterima. Desain yang diusulkan menghasilkan daya bersih sebesar 54,5 kW per sumur, atau sekitar 436 kW untuk konfigurasi delapan sumur, dengan produksi listrik tahunan sebesar 3,44 GWh. Evaluasi ekonomi menunjukkan total biaya investasi sekitar USD 1,50 juta atau Rp25,05 miliar, dengan LCOE sebesar Rp925/kWh, lebih rendah daripada tarif PLN sebesar Rp1.114,74/kWh. Proyek ini juga menghasilkan NPV positif sebesar Rp6,42 miliar, IRR sebesar 11,4%, dan EROI sebesar 12,15, sehingga mengonfirmasi kelayakan teknis dan kelayakan ekonominya.
Perpustakaan Digital ITB