Instalasi sistem produksi subsea pada umumnya menjadi salah satu fase paling kritis dalam
pengembangan lapangan di laut dalam (deepwater field development), di mana beban lingkungan yang tinggi
biasanya menjadi tantangan utama. Meskipun studi sebelumnya telah membahas instalasi riser laut dalam di
perairan Indonesia, belum ada studi terkini yang mengevaluasi instalasi pipeline end manifold (PLEM) laut dalam
di perairan Indonesia. Tugas akhir ini bertujuan untuk mengisi kesenjangan tersebut; sebuah analisis instalasi
dilakukan untuk PLEM ujung kedua (2nd end PLEM) pada kondisi laut dalam di perairan frontier Indonesia (North
Offshore Sumatra) menggunakan dua pendekatan pemodelan dinamis, yaitu simulasi badai penuh selama 3 jam
dengan payout untuk menangkap efek nonlinier/transien, dan simulasi stasioner langkah demi langkah (truncated)
untuk memperoleh nilai beban statistik, yang mencakup urutan penarikan flowline (flowline retrieval) hingga
stasiun hang-off dan penurunan PLEM dalam konfigurasi J-mode. Analisis dilakukan menggunakan perangkat
lunak berbasis elemen hingga non-linier 3D OrcaFlex, di mana analisis statis dilakukan untuk menentukan
pergerakan vessel, panjang payout wire, dan penempatan posisi PLEM, sementara analisis dinamis dilakukan pada
konfigurasi statis tersebut untuk kondisi flowline kosong (empty) dan terisi (flooded) guna menentukan jendela
instalasi (installation window). Data lingkungan yang diperoleh dari ECMWF dan Copernicus Marine Service
diproses menggunakan uji diskrepansi Kolmogorov-Smirnov untuk memilih distribusi probabilitas yang paling
representatif di antara teori normal, lognormal, dan gumbel, di mana distribusi lognormal diperoleh sebagai
distribusi dengan galat (error) terkecil untuk kecepatan angin, tinggi gelombang, dan kecepatan arus. Respons yang
dihasilkan berupa tegangan wire A&R, momen lentur (bending moment) PLEM, dan pemeriksaan utilisasi kapasitas
lokal flowline dibandingkan dengan kriteria penerimaan (acceptance criteria) untuk mengklasifikasikan setiap
kombinasi tinggi gelombang signifikan (Hs) dan periode puncak (Tp) sebagai operable atau weather restricted. Hasil
menunjukkan bahwa jendela cuaca (weather window) untuk instalasi PLEM ujung kedua pada kondisi spesifik ini
sangat terbatas pada Hs 1 m untuk Tp 10-12 s, Hs 1,5 m untuk Tp 9 s, dan Hs 2 m untuk Tp 5-8 s, sementara operasi
pemulihan flowline (flowline recovery) memenuhi seluruh kriteria periode dan tinggi gelombang yang
disimulasikan. Berdasarkan evaluasi ini, operabilitas keseluruhan untuk aktivitas instalasi terbatas pada 96,45%,
dan simulasi payout ditemukan memberikan hasil yang lebih konservatif dibandingkan simulasi truncated step by
step untuk kondisi flowline kosong maupun terisi.
Perpustakaan Digital ITB