Fenomena neurodiversitas mendorong perlunya pendekatan desain interior yang
mampu mengakomodasi keragaman kebutuhan kognitif dan sensorik pengguna,
termasuk anak dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) tipe
hiperaktif. Anak ADHD tipe hiperaktif cenderung mengalami kesulitan dalam
mengatur perhatian, impulsivitas, dan aktivitas motorik sehingga memerlukan
kesempatan untuk melakukan regulasi diri sebelum kembali mengikuti kegiatan
belajar.
Namun, ruang kelas konvensional umumnya dirancang untuk
mempertahankan fokus belajar dan belum secara optimal memfasilitasi kebutuhan
istirahat mental yang memungkinkan anak melakukan regulasi melalui aktivitas
yang terarah. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya pengembangan ruang
istirahat mental yang mampu mendukung proses regulasi anak secara lebih adaptif
di lingkungan sekolah.
Perkembangan teknologi imersif-interaktif menawarkan peluang untuk
menciptakan lingkungan yang lebih responsif terhadap kebutuhan pengguna
melalui integrasi elemen visual, sensorik, dan aktivitas interaktif. Penelitian ini
bertujuan untuk mengidentifikasi prinsip konfigurasi ruang dan elemen visual
imersif-interaktif yang mendukung kebutuhan istirahat mental anak ADHD tipe
hiperaktif usia 7–9 tahun di sekolah, menganalisis relevansi konsep ruang istirahat
mental berbasis teknologi imersif-interaktif berdasarkan perspektif ahli, serta
merumuskan rancangan desain ruang istirahat mental yang sesuai dengan
kebutuhan pengguna. Penelitian menggunakan metode perancangan desain interior
yang didukung oleh studi literatur, studi pendahuluan, pengembangan konsep
desain, serta validasi ahli melalui kuesioner skala Likert dan wawancara mendalam.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip perancangan ruang istirahat mental
bagi anak ADHD tipe hiperaktif meliputi penyediaan lingkungan yang aman,
fleksibel, adaptif, dan mendukung regulasi sensori melalui pengaturan stimulus
secara bertahap. Rancangan yang dihasilkan mengintegrasikan teknologi imersif
interaktif, stimulus sensori yang beragam, aktivitas regulasi yang terstruktur, serta
konfigurasi ruang yang disesuaikan dengan tahapan regulasi. Hasil validasi ahli
menunjukkan tingkat persetujuan sebesar 85,42% dengan kategori sangat setuju,
yang mengindikasikan bahwa desain dinilai sesuai dengan kebutuhan pengguna
pada aspek tata ruang dan keamanan, stimulus visual, tahapan penggunaan ruang,
serta interaksi dan aktivitas. Selain relevan bagi anak ADHD tipe hiperaktif, para
ahli juga menilai bahwa prinsip-prinsip yang diterapkan dalam rancangan
berpotensi memiliki relevansi yang lebih luas bagi pengguna neurodivergen lain
yang memiliki kebutuhan regulasi serupa.
Kebaruan penelitian terletak pada pengembangan konsep ruang istirahat mental
berbasis teknologi imersif-interaktif yang secara khusus dirancang untuk
mendukung proses regulasi anak ADHD di lingkungan sekolah melalui integrasi
antara konfigurasi ruang, stimulus sensori, aktivitas regulasi, dan teknologi
interaktif. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan desain
interior inklusif dengan menawarkan model ruang yang dapat mendukung kesiapan
belajar anak melalui pendekatan regulasi yang lebih adaptif dan terstruktur.
Perpustakaan Digital ITB