Pertumbuhan pesat industri K-pop di Indonesia telah menjadikan Indonesia sebagai salah satu pasar K-pop terbesar. Hal ini tercermin dari kuatnya penetrasi budaya K-pop di kalangan generasi muda di Indonesia yang terlihat dari tingginya tingkat pengeluaran penggemar untuk konser serta berbagai layanan pendukung lainnya. Permintaan yang ada mendorong munculnya usaha mikro di lingkungan konser yang menawarkan berbagai jasa seperti akomodasi, jasa tata rias, dan penyewaan peralatan terkait konser. Studi ini menunjukkan bahwa ketiadaan standarisasi prosedur layanan dan mekanisme untuk meningkatkan rasa kepercayaan dalam ekosistem layanan informal meningkatkan rasa ketidakpastian dan menghambat kualitas layanan bagi penyedia maupun pelanggan. Oleh karena kondisi tersebut, studi ini merekomendasikan pengembangan platform perantara dalam mengurangi permasalahan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan exploratory sequential mixed method. Tahap awal penelitian menggunakan fase kualitatif melalui wawancara terhadap 24 partisipan dari kalangan pelanggan dan penyedia untuk mengeksplorasi perilaku, motivasi, dan tantangan operasional dalam setiap interaksi di dalam ekosistem. Data pada tahap ini dianalisis menggunakan Customer Journey Map dan Empathy Map untuk menilai kondisi ekosistem serta mengidentifikasi permasalahan yang menghambat pertumbuhan industri. Selain itu, Doblin’s Ten Types of Innovation digunakan untuk mengkonseptualisasikan strategi inovasi yang dapat diimplementasikan. Selanjutnya, fase kuantitatif dilakukan melalui survei terhadap 150 pelanggan untuk memvalidasi inovasi agar sesuai dengan ekspektasi pengguna secara keseluruhan. Pada tahap ini, Value Proposition Canvas digunakan untuk menilai kesesuaian solusi dengan ekspektasi pelanggan, sementara Lean Canvas dilakukan untuk menerjemahkan konsep menjadi nilai yang dapat diberikan kepada setiap stakeholder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa standarisasi prosedur layanan dan inovasi yang meningkatkan rasa kepercayaan dapat mengurangi permasalahan yang ada dan membantu profitabilitas jangka panjang yang ditunjukkan melalui Minimum Viable Product. Hal ini diperkuat oleh trust-oriented design factors dan benchmarking analysis untuk memperjelas posisi solusi platform saat ini dalam menjawab permasalahan dan mengarahkan platform menuju pengembangan yang selanjutnya. Studi ini menunjukkan peran platform perantara yang dapat mentransformasi interaksi informal pada eksosistem usaha mikro menjadi lebih terstruktur dan akuntabel.
Perpustakaan Digital ITB