Proses penyimpanan data spasial tiga dimensi (3D) dari CAD (Computer Aided
Design) ke dalam struktur basisdata Sistem Informasi Geografis (GIS – Geographic
Information System) tidak dapat dilakukan secara serta merta mengingat data
geometri 3D dalam CAD disusun dalam kondisi bertumpuk (sphagetti). Untuk
menjembatani CAD dan GIS dalam hal penyimpanan data spasial 3D dibutuhkan
suatu program yang bertugas mengekstraksi dan mengkonversi data geometri objek
3D dalam CAD menjadi data topologi objek dalam GIS. Salah satu pendekatan yang
dapat digunakan untuk merekonstruksi objek tersebut adalah Boundary
Representation (B-Rep), dimana objek akan direpresentasikan oleh kulit permukaan
(face) yang menyelimutinya. Pendekatan ini memungkinkan penyusunan topologi
objek 3D yang siap dimasukkan ke dalam basisdata GIS. Topologi internal dari
masing-masing objek akan dikorelasikan dengan atributnya untuk kemudian
dimasukkan secara bersama ke dalam satu sistem basisdata. Dalam penelitian ini,
kemampuan tersebut masih terbatas pada kelompok objek polihedral. Kelas objek
yang akan direkonstruksi terdiri dari: Polyhedron, TriangleMesh, Surface, dan Face.
Primitif objek yang dipergunakan dalam penyusunan topologi keempat kelas tersebut
adalah node dan face. Proses pengaksesan dari dan ke basisdata menggunakan konsep
client-server dalam jaringan intranet. Berdasarkan hasil pengujian diperoleh
kesimpulan bahwa program memiliki kemampuan strukturisasi data (structuring)
melalui pembentukan basisdata spasial, yang mencakup entitas geometri dan atribut
objek 3D, dan presentasi data (presentation) melalui visualisasi grafis dan penyajian
data atribut. Keduanya menjadi langkah penting bagi pengembangan GIS 3D di
lingkungan web.
Perpustakaan Digital ITB