Pentingnya informasi statistik dalam analisis perilaku manusia mendorong adanya
peningkatan efisiensi dalam proses pengumpulan data. Permasalahan yang terjadi
adalah pengumpulan data yang masih dilakukan secara manual oleh tenaga
manusia. Permasalahan tersebut dapat bermuara pada rendahnya ketelitian
penghitung akibat keterbatasan yang dimiliki tenaga kerja. Penelitian ini mengkaji
sistem penghitung orang yang dibangun dengan pendekatan deteksi dan pelacakan
dari model berbasis Deep Learning yang bertujuan agar proses penghitungan orang
dapat dilakukan secara otomatis dari analisis video rekaman CCTV dengan tetap
menjaga akurasi sistem tetap terpercaya. Pendekatan yang dilakukan pertama kali
adalah membangun detektor manusia beserta dataset latihnya, kemudian
mengintegrasi sistem pelacakan dan metode hitung.
Penyiapan detektor manusia mencakup pengumpulan gambar dan penganotasian
objek untuk data latih sebanyak 4000 gambar manusia yang terdiri atas 2000
gambar yang diekstrak dari video CCTV serta 2000 gambar yang diperoleh dari
dataset Open Image V6. Data gambar tersebut kemudian diolah dengan
menggunakan metode deteksi YOLOV4. Berdasarkan pengujian dengan datatest
sebanyak 2000 gambar diperoleh nilai mAP deteksi sebesar 92.62%. Setelah itu
dilakukan proses integrasi dengan modul pelacakan yang menggunakan
DeepSORT sehingga didapatkan lintasan pergerakan objek yang terdeteksi.
Kemudian metode hitung yang digunakan adalah dengan menilai pergerakan objek
yang dilihat dari selisih letak lintasan awal terdeteksi dengan letak terakhir objek
yang terdeteksi. Menggunakan metode hitung seperti itu maka akan didapatkan
hasil penghitungan objek yang keluar dan masuk di dalam video.
Untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal maka dilakukan tuning dalam
parameter DeepSORT dan metode hitung. Setelah dilakukan pengujian sistem
menggunakan video CCTV yang dimiliki dimana skenario yang diujikan adalah
pergerakan manusia dalam video adalah dua arah maka diperoleh nilai F-score
untuk penghitungan objek yang keluar dan masuk masing-masing sebesar 100%
dan 85%.
Perpustakaan Digital ITB