digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Dalam meningkatkan performa perusahaan, pengelolaan rantai pasokan selalu menjadi salah satu faktor penting dan tentunya menjadi semakin penting dan semakin terasa di era teknologi digital dan sistem otomatis. Salah satu kunci utama yang krusial dalam rantai pasokan adalah gudang tempat berlangsungnya proses penerimaan, penyimpanan, pemantauan dan pengiriman barang. Gudang dalam pengelolaannya memerlukan data inventaris yang akurat. Hal ini menjadi sangat penting karena bagian ini berpengaruh langsung pada perencanaan, pengambilan keputusan, sampai proses pemenuhan pesanan pelanggan. Namun sampai saat ini tidak sedikit perusahaan yang masih kesulitan dalam menjaga akurasi data inventarisnya. Hal ini biasanya disebabkan oleh keterbatasan infrastruktur dan sistem yang digunakan serta faktor manusia yang membuat kesalahan pada saat perhitungan manual atau input data. Pada akhirnya kondisi ini dapat menimbulkan kurangnya stok, penumpukan inventaris yang berlebihan, yang mengakibatkan pemenuhan pesanan yang kurang efisien. Semua hal ini tentu berdampak pada menurunnya tingkat kepuasan pelanggan dan kinerja operasional perusahaan. Untuk mengatasi masalah ini, makin banyak perusahaan beralih ke sistem penghitungan inventaris otomatis, yang mampu menggantikan proses manual dengan pengumpulan data secara berkelanjutan dan real-time. Studi ini menganalisis bagaimana kinerja rantai pasokan dapat dioptimalkan dengan menggunakan sistem penghitungan inventaris otomatis. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berdasarkan tinjauan literatur akademik dan contoh industri global (DHL). Temuan di studi ini menunjukkan bahwa sistem penghitungan inventaris otomatis meningkatkan akurasi inventaris, meningkatkan aliran informasi, meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mengurangi biaya, mengurangi efek bullwhip, dan memperkuat koordinasi rantai pasokan. Contoh DHL juga menunjukkan manfaat ini dalam praktiknya. Meskipun memiliki manfaat tersebut, studi ini menemukan beberapa tantangan dalam implementasi sistem penghitungan inventaris otomatis, seperti investasi awal yang tinggi, pengembalian investasi yang tidak pasti, kesulitan dalam integrasi dan kompatibilitas sistem, resistensi karyawan terhadap perubahan, dan kekhawatiran tentang manajemen data dan keamanan siber. Berdasarkan temuan ini, studi ini menyarankan agar perusahaan melakukan studi kelayakan dan analisis biaya manfaat sebelum mengadopsi sistem tersebut, memulai dengan proyek percontohan sebelum menerapkannya sepenuhnya, membangun tim lintas fungsi, dan berinvestasi dalam manajemen perubahan dan pelatihan. Menggunakan metode hibrida manual dan otomatis pada tahap awal juga dapat membantu mengurangi risiko, dan perusahaan juga harus memperkuat keamanan datanya. Kata kunci: sistem penghitungan inventaris otomatis, kinerja rantai pasokan, manajemen gudang, akurasi inventaris, RFID