Dalam meningkatkan performa perusahaan, pengelolaan rantai pasokan selalu menjadi
salah satu faktor penting dan tentunya menjadi semakin penting dan semakin terasa di era
teknologi digital dan sistem otomatis. Salah satu kunci utama yang krusial dalam rantai
pasokan adalah gudang tempat berlangsungnya proses penerimaan, penyimpanan,
pemantauan dan pengiriman barang. Gudang dalam pengelolaannya memerlukan data
inventaris yang akurat. Hal ini menjadi sangat penting karena bagian ini berpengaruh
langsung pada perencanaan, pengambilan keputusan, sampai proses pemenuhan pesanan
pelanggan. Namun sampai saat ini tidak sedikit perusahaan yang masih kesulitan dalam
menjaga akurasi data inventarisnya. Hal ini biasanya disebabkan oleh keterbatasan
infrastruktur dan sistem yang digunakan serta faktor manusia yang membuat kesalahan
pada saat perhitungan manual atau input data. Pada akhirnya kondisi ini dapat
menimbulkan kurangnya stok, penumpukan inventaris yang berlebihan, yang
mengakibatkan pemenuhan pesanan yang kurang efisien. Semua hal ini tentu berdampak
pada menurunnya tingkat kepuasan pelanggan dan kinerja operasional perusahaan. Untuk
mengatasi masalah ini, makin banyak perusahaan beralih ke sistem penghitungan
inventaris otomatis, yang mampu menggantikan proses manual dengan pengumpulan
data secara berkelanjutan dan real-time.
Studi ini menganalisis bagaimana kinerja rantai pasokan dapat dioptimalkan dengan
menggunakan sistem penghitungan inventaris otomatis. Studi ini menggunakan
pendekatan kualitatif deskriptif berdasarkan tinjauan literatur akademik dan contoh
industri global (DHL). Temuan di studi ini menunjukkan bahwa sistem penghitungan
inventaris otomatis meningkatkan akurasi inventaris, meningkatkan aliran informasi,
meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mengurangi biaya, mengurangi efek
bullwhip, dan memperkuat koordinasi rantai pasokan. Contoh DHL juga menunjukkan
manfaat ini dalam praktiknya. Meskipun memiliki manfaat tersebut, studi ini menemukan
beberapa tantangan dalam implementasi sistem penghitungan inventaris otomatis, seperti
investasi awal yang tinggi, pengembalian investasi yang tidak pasti, kesulitan dalam
integrasi dan kompatibilitas sistem, resistensi karyawan terhadap perubahan, dan
kekhawatiran tentang manajemen data dan keamanan siber.
Berdasarkan temuan ini, studi ini menyarankan agar perusahaan melakukan studi
kelayakan dan analisis biaya manfaat sebelum mengadopsi sistem tersebut, memulai
dengan proyek percontohan sebelum menerapkannya sepenuhnya, membangun tim lintas
fungsi, dan berinvestasi dalam manajemen perubahan dan pelatihan. Menggunakan
metode hibrida manual dan otomatis pada tahap awal juga dapat membantu mengurangi
risiko, dan perusahaan juga harus memperkuat keamanan datanya.
Kata kunci: sistem penghitungan inventaris otomatis, kinerja rantai pasokan, manajemen gudang,
akurasi inventaris, RFID
Perpustakaan Digital ITB