digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Madeleine Shalima
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

Surface-laid subsea production pipa penyalur pada kedalaman 540-638 m dapat mengalami gaya tekan aksial akibat ekspansi termal yang tertahan dan memicu tekuk lateral global. Penelitian ini mengevaluasi pengaruh amplitudo initial imperfection, tekanan internal, dan formulasi kontak dasar laut menggunakan metode elemen hingga. Model utama sepanjang 6290 m dibangun di Abaqus menggunakan elemen PIPE31 dan prescribed localized half-sine sepanjang 500 m. Model validasi 500 m menghasilkan Mode 1 berbentuk satu half-sine dengan eigenvalue 0.24306. Studi konvergensi menunjukkan bahwa global seed 0.9 m memberikan bentuk mode dan parameter nonlinear yang konsisten. Modified Riks pada Case 1 mengidentifikasi onset tekuk pada temperatur 31.50°C. Analisis nonlinear delapan kasus kemudian dilakukan sampai temperatur operasi 117°C. Pada amplitudo 0.50 m, perpindahan lateral akhir berada pada rentang 7.674-7.899 m dan tegangan von Mises akhir sebesar 245.73-310.95 MPa. Tekanan internal meningkatkan perpindahan lateral puncak sebesar 3.09% dan tegangan akhir sebesar 26.36% pada kontak Soft clay. Perbedaan formulasi kontak pada amplitudo 0.50 m relatif kecil. Pada amplitudo 0.05 m, perpindahan akhir berada pada rentang 1.207-10.340 m dan tegangan akhir mencapai 448.03-460.00 MPa. Hasil menunjukkan bahwa amplitudo imperfection merupakan parameter utama yang memengaruhi perkembangan tekuk lateral global dan plastisitas lokal.