Surface-laid subsea production pipa penyalur pada kedalaman 540-638
m dapat mengalami gaya tekan aksial akibat ekspansi termal yang tertahan dan memicu
tekuk lateral global. Penelitian ini mengevaluasi pengaruh amplitudo initial
imperfection, tekanan internal, dan formulasi kontak dasar laut menggunakan metode
elemen hingga. Model utama sepanjang 6290 m dibangun di Abaqus menggunakan
elemen PIPE31 dan prescribed localized half-sine sepanjang 500 m. Model validasi
500 m menghasilkan Mode 1 berbentuk satu half-sine dengan eigenvalue 0.24306.
Studi konvergensi menunjukkan bahwa global seed 0.9 m memberikan bentuk mode
dan parameter nonlinear yang konsisten. Modified Riks pada Case 1 mengidentifikasi
onset tekuk pada temperatur 31.50°C. Analisis nonlinear delapan kasus kemudian
dilakukan sampai temperatur operasi 117°C. Pada amplitudo 0.50 m, perpindahan
lateral akhir berada pada rentang 7.674-7.899 m dan tegangan von Mises akhir sebesar
245.73-310.95 MPa. Tekanan internal meningkatkan perpindahan lateral puncak
sebesar 3.09% dan tegangan akhir sebesar 26.36% pada kontak Soft clay. Perbedaan
formulasi kontak pada amplitudo 0.50 m relatif kecil. Pada amplitudo 0.05 m,
perpindahan akhir berada pada rentang 1.207-10.340 m dan tegangan akhir mencapai
448.03-460.00 MPa. Hasil menunjukkan bahwa amplitudo imperfection merupakan
parameter utama yang memengaruhi perkembangan tekuk lateral global dan plastisitas
lokal.
Perpustakaan Digital ITB