Abstrak - Adila Putri Syerly
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Pipa bawah laut merupakan infrastruktur utama dalam sistem distribusi gas bumi yang harus dirancang agar mampu beroperasi secara aman dan andal di bawah pengaruh kondisi lingkungan laut. Penelitian ini bertujuan merancang dan menganalisis risiko jaringan pipa bawah laut offshore SSWJ Phase 1 terhadap kegagalan on-bottom stability dan free span akibat keacakan kecepatan arus. Pengolahan data lingkungan dilakukan menggunakan uji Kolmogorov–Smirnov untuk menentukan distribusi probabilitas terbaik sehingga diperoleh parameter desain berupa tinggi gelombang signifikan, periode gelombang puncak, kecepatan arus, dan storm surge pada periode ulang 1, 10, dan 100 tahun. Selanjutnya, dilakukan desain wall thickness berdasarkan DNV-ST-F101 dan API 5L, analisis on-bottom stability berdasarkan DNV-RP-F109, serta analisis free span berdasarkan DNV-RP-F105. Penilaian risiko dilakukan melalui risk assessment dengan menghitung Probability of Failure (PoF) menggunakan metode Monte Carlo berdasarkan probabilitas kecepatan arus yang melampaui kecepatan arus izin, sedangkan Consequence of Failure (CoF) ditentukan berdasarkan delapan kriteria penilaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain wall thickness memenuhi kriteria internal pressure containment, system collapse, dan propagation buckling. Analisis on-bottom stability menghasilkan kebutuhan concrete coating thickness yang memenuhi kriteria stabilitas vertikal dan lateral, sedangkan analisis free span menghasilkan allowable free span yang memenuhi kriteria screening fatigue dan Ultimate Limit State (ULS). Hasil risk assessment menunjukkan bahwa Zona 3, 4, dan 6 memiliki tingkat risiko Medium to High, Zona 2 dan 5 memiliki tingkat risiko Moderate, sedangkan Zona 1, 7, dan 8 tidak memiliki tingkat risiko karena pipa berada dalam kondisi terkubur (buried).
Perpustakaan Digital ITB