Perubahan ekstrem kondisi cuaca mikro akibat fragmentasi habitat tropis memicu timbulnya
stres fisiologis dan anomali perilaku pada spesies Kukang Jawa (Nycticebus javanicus)
yang berstatus terancam kritis. Sebaliknya, metode pemantauan lingkungan ex-situ
konvensional yang bertumpu pada pengawasan fisik langsung oleh perawat satwa terbukti
memicu peningkatan stres dan mengganggu ritme sirkadian satwa. Kerentanan biologis tersebut
menuntut adanya perancangan sistem pemantauan kondisi mikrohabitat buatan secara
otomatis, non-invasif, dan berkesinambungan tanpa mengganggu aktivitas alami satwa.
Penelitian ini mengadopsi kerangka kerja Design Science Research Methodology
(DSRM) untuk merekayasa arsitektur sistem Internet of Things (IoT) empat lapisan (Perception,
Network, Processing, dan Application). Data telemetri mikroklimat ditransmisikan
secara nirkabel dengan dilengkapi alur kerja penyimpanan lokal sementara guna menjamin
toleransi gangguan saat terjadi pemadaman konektivitas jaringan. Data mentah diolah
dan diselaraskan melalui model kalibrasi instrumen laboratorium. Kebaruan (novelty)
utama penelitian ini terletak pada pengembangan arsitektur sistem yang secara otomatis
menginterpretasikan data mikroklimat mentah menjadi indeks komposit kesejahteraan
satwa berbasis standar etika etologi internasional, yang diintegrasikan dengan model
pemodelan prediktif deret waktu guna menyajikan pesan peringatan dini secara proaktif.
Seluruh informasi divisualisasikan melalui dasbor web interaktif yang menyajikan indikator
kelayakan habitat secara intuitif bagi pengguna.
Hasil evaluasi pengujian laboratorium dan operasional lapangan di penangkaran menunjukkan
bahwa prosedur kalibrasi instrumen berhasil menekan galat pembacaan sensor serta
menjaga kontinuitas pengiriman paket data telemetri nirkabel secara utuh. Sistem ini membuktikan
bahwa integrasi teknologi IoT nirkabel dan pengolahan data prediktif berbiaya
terjangkau mampu memberikan dukungan keputusan yang efektif untuk memfasilitasi pengawasan
dan perlindungan satwa oleh petugas konservasi secara objektif dan non-invasif.
Perpustakaan Digital ITB