digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Perubahan ekstrem kondisi cuaca mikro akibat fragmentasi habitat tropis memicu timbulnya stres fisiologis dan anomali perilaku pada spesies Kukang Jawa (Nycticebus javanicus) yang berstatus terancam kritis. Sebaliknya, metode pemantauan lingkungan ex-situ konvensional yang bertumpu pada pengawasan fisik langsung oleh perawat satwa terbukti memicu peningkatan stres dan mengganggu ritme sirkadian satwa. Kerentanan biologis tersebut menuntut adanya perancangan sistem pemantauan kondisi mikrohabitat buatan secara otomatis, non-invasif, dan berkesinambungan tanpa mengganggu aktivitas alami satwa. Penelitian ini mengadopsi kerangka kerja Design Science Research Methodology (DSRM) untuk merekayasa arsitektur sistem Internet of Things (IoT) empat lapisan (Perception, Network, Processing, dan Application). Data telemetri mikroklimat ditransmisikan secara nirkabel dengan dilengkapi alur kerja penyimpanan lokal sementara guna menjamin toleransi gangguan saat terjadi pemadaman konektivitas jaringan. Data mentah diolah dan diselaraskan melalui model kalibrasi instrumen laboratorium. Kebaruan (novelty) utama penelitian ini terletak pada pengembangan arsitektur sistem yang secara otomatis menginterpretasikan data mikroklimat mentah menjadi indeks komposit kesejahteraan satwa berbasis standar etika etologi internasional, yang diintegrasikan dengan model pemodelan prediktif deret waktu guna menyajikan pesan peringatan dini secara proaktif. Seluruh informasi divisualisasikan melalui dasbor web interaktif yang menyajikan indikator kelayakan habitat secara intuitif bagi pengguna. Hasil evaluasi pengujian laboratorium dan operasional lapangan di penangkaran menunjukkan bahwa prosedur kalibrasi instrumen berhasil menekan galat pembacaan sensor serta menjaga kontinuitas pengiriman paket data telemetri nirkabel secara utuh. Sistem ini membuktikan bahwa integrasi teknologi IoT nirkabel dan pengolahan data prediktif berbiaya terjangkau mampu memberikan dukungan keputusan yang efektif untuk memfasilitasi pengawasan dan perlindungan satwa oleh petugas konservasi secara objektif dan non-invasif.