digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

DAMPAK PROGRAM PENYEDIAAN SARANA DAN PRASARANA SANITASI DI LEMBAGA PENDIDIKAN KEAGAMAAN (LPK) TERHADAP PENGELOLAAN SANITASI SEKOLAH DAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) SANTRI DI PONDOK PESANTREN (Studi Kasus: Kecamatan Samarang dan Malangbong, Kabupaten Garut) Oleh Mutiara Ekagusbarani NIM: 25723305 (Program Studi Magister Pengelolaan Infrastruktur Air Bersih dan Sanitasi) Program Penyediaan Sarana dan Prasarana Sanitasi di Lembaga Pendidikan Keagamaan (LPK) bertujuan meningkatkan akses sanitasi layak serta mendukung perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Penelitian ini menganalisis dampak program terhadap pengelolaan sanitasi dan PHBS santri dengan membandingkan dua pondok pesantren penerima dan dua pondok pesantren non-penerima program di Kabupaten Garut. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods melalui observasi, wawancara mendalam, dan kuesioner terhadap 160 santri, yang terdiri atas 80 santri pada setiap kelompok. Analisis dilakukan menggunakan uji Mann– Whitney, Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS), serta integrasi Importance–Performance Analysis (IPA) dan SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pondok pesantren penerima program berada pada kategori layanan sanitasi dasar dengan rata-rata nilai pengelolaan operasional sebesar 2,82 atau kategori sangat baik, sedangkan kelompok non-penerima berada pada kategori layanan terbatas dengan rata-rata nilai 1,91 atau kategori sedang. Uji Mann–Whitney menunjukkan perbedaan signifikan pada sikap (p=0,001), norma subjektif (p=0,019), persepsi kontrol perilaku (p<0,001), niat (p=0,006), dan perilaku PHBS (p<0,001), dengan kecenderungan nilai lebih tinggi pada kelompok penerima program. Hasil SEM-PLS pada kelompok penerima menunjukkan bahwa sikap (?=0,478; p<0,001) dan persepsi kontrol perilaku (?=0,317; p<0,001) berpengaruh positif terhadap niat, sedangkan niat (?=0,551; p<0,001) dan persepsi kontrol perilaku (?=0,238; p=0,007) berpengaruh positif terhadap perilaku PHBS. Pada kelompok non-penerima, sikap (?=0,328; p=0,001) dan persepsi kontrol perilaku (?=0,394; p<0,001) berpengaruh positif terhadap niat, sedangkan niat (?=0,347; p=0,003) dan persepsi kontrol perilaku (?=0,346; p<0,001) berpengaruh positif terhadap perilaku. Norma subjektif tidak berpengaruh signifikan terhadap niat pada kelompok penerima (?=0,032; p=0,754) maupun non-penerima (?=0,140; p=0,107). Strategi bagi kelompokii penerima diarahkan pada keberlanjutan fasilitas dan pembiasaan PHBS, sedangkan kelompok non-penerima memerlukan pemenuhan sarana dasar dan penguatan pengelolaan sanitasi. Secara keseluruhan, Program Sanitasi LPK menunjukkan dampak positif terhadap pengelolaan sanitasi dan PHBS santri pada lokasi penelitian. Temuan ini memberikan bukti empiris bagi pengembangan kajian sanitasi pesantren dan dapat digunakan sebagai rujukan analitis pada pondok pesantren atau pelaksanaan program dengan karakteristik serupa.