digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

DAS Serayu Hulu sebagai daerah tangkapan Waduk Mrica menghadapi permasalahan erosi dan sedimentasi yang tinggi serta berpotensi dipengaruhi oleh perubahan iklim. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan karakteristik curah hujan, membandingkan laju erosi dan hasil sedimen pada kondisi baseline dan tiga skenario perubahan iklim (SSP2-4.5, SSP3-7.0, dan SSP5-8.5), serta mengkaji keterkaitan antara perubahan curah hujan dengan perubahan erosi dan hasil sedimen. Analisis dilakukan menggunakan model SWAT+ dengan data iklim historis CHIRPS dan proyeksi CMIP6 ensemble lima model yang telah dikoreksi bias menggunakan metode Quantile Mapping. Simulasi dilakukan pada periode Near Future, Mid Future, dan Far Future. Hasil penelitian menunjukkan bahwa curah hujan diproyeksikan menurun pada Near Future, kemudian meningkat pada Mid Future hingga Far Future, terutama pada skenario SSP5-8.5. Perubahan tersebut diikuti oleh perubahan limpasan permukaan, laju erosi, dan hasil sedimen dengan pola yang serupa. Temuan ini menunjukkan bahwa perubahan iklim berpotensi meningkatkan risiko degradasi lahan dan sedimentasi di DAS Serayu Hulu, sehingga diperlukan strategi pengelolaan DAS yang adaptif terhadap perubahan iklim.