digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Owen Tobias Sinurat
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

Analis bisnis berperan menjembatani pertanyaan pengambil keputusan dengan data warehouse perusahaan, tetapi kapasitasnya terbatas, sementara sistem NL2SQL yang ada berhenti pada terjemahan query tanpa sampai ke insight. Penerapan Large Language Model (LLM) untuk analisis data juga masih memiliki keterbatasan, yaitu risiko angka yang dikarang, definisi metrik internal yang tidak dikenali model, dan tidak adanya pemeriksaan mutu sebelum jawaban sampai ke pengguna. Penelitian ini merancang dan membangun Conversational Analyst, sistem multiagent berbasis LLM yang mengubah pertanyaan natural language menjadi insight bisnis utuh. Sebuah Planner mendekomposisi pertanyaan, empat agen pekerja (SQL, RAG, browsing, dan visualisasi) bekerja di atas shared state, dan sebuah Evaluator Agent menolak draf jawaban yang angkanya menyimpang dari data sebelum sampai ke pengguna. Sistem dievaluasi end-to-end pada database production ter-masking sebuah agen perjalanan di Indonesia (sekitar 1,57 juta baris invoice) memakai 30 pertanyaan dwibahasa bertingkat kesulitan, dalam pengujian ablation terhadap dua baseline, yaitu agen SQL murni dan agen tunggal monolitik dengan tool yang sama, dinilai oleh LLM-as-judge berkerangka G-Eval pada lima dimensi dengan verifikasi mandiri terhadap database. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa baseline SQL murni kolaps pada pertanyaan yang membutuhkan pengetahuan internal (persetujuan 13%), menegaskan perlunya kapabilitas di luar NL2SQL. Sistem usulan mencapai tingkat persetujuan yang sama dengan baseline monolitik (57%) tetapi jauh lebih unggul pada data faithfulness (rerata 4,87 berbanding 4,17? Wilcoxon p = 0,0005) dan tidak pernah mengarang angka pada seluruh pertanyaan uji, dengan biaya sekitar 2,2 kali per jawaban disetujui. Secara keseluruhan, verifikasi eksplisit lewat evaluator terdedikasi terbukti menghilangkan mode kegagalan yang paling merugikan pada sistem penunjang keputusan, yaitu jawaban yang meyakinkan dengan angka yang salah.