Saat ini transaksi jual beli daring merupakan hal umum yang dilakukan oleh
masyarakat Indonesia. Terdapat berbagai aspek yang mendukung proses tersebut,
salah satunya merupakan proses pengiriman barang. Proses pengiriman barang
bertanggung jawab akan ketepatan waktu pengiriman dan juga kondisi barang yang
dikirim. Proses pengiriman barang dalam kegiatan transaksi jual beli biasanya
dilakukan oleh perusahaan ekspedisi logistik.
Perusahaan ekspedisi dalam operasinya menemui berbagai masalah seperti
terjadinya penggelapan barang oleh kurir, barang tidak sampai tepat waktu, barang
sampai dengan kondisi tidak baik, kurangnya pemantauaun terkait lokasi barang,
dan kurangnya keamanan kendaraan dari pencurian. Salah satu akar dari
permasalahan yang disebutkan tersebut adalah kurangnya pemantauan sepeda
motor kurir untuk mengirim barang. Kurangnya pemantauan kendaraan kurir
pengiriman barang mengakibatkan penjadwalan menjadi kurang akurat, sulit
mendeteksi keterlambatan dan bottleneck, resiko dari kehilangan barang
meningkat, rute yang ditempuh kurir kurang efisien, dan membahayakan keamanan
aset kendaraan.
Masalah yang akan dipecahkan adalah keterbatasan perusahaan melakukan
pemantauan kendaraan logistik berupa sepeda motor
dan perilaku berkendara kurir dalam proses pengiriman barang. Oleh karena itu
dibutuhkan sebuah sistem yang memungkinkan perusahaan melakukan pemantaun
kendaraan dan perilaku berkendara kurir. Dalam merealisasikan sistem pemantauan
kendaraan dan perilaku berkendara kurir dibutuhkan infrastruktur komunikasi data
Infrastruktur komunikasi data untuk sistem pemantauan kenadaraan dan perilaku
berkendara kurir terwujudkan dan juga spesifikasi sistem yang berhubungan telah
terpenuhi.
Perpustakaan Digital ITB