digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Penyembuhan tulang setelah fiksasi intramedullary nailing tidak berhenti saat jembatan tulang pertama kali terbentuk, karena callus masih harus beradaptasi terhadap lingkungan mekanis selama remodelling jangka panjang. Penelitian ini mengembangkan kerangka komputasional untuk menghubungkan fase perbaikan dan remodelling pada fraktur femur yang ditangani dengan intramedullary nail. Model fraktur femur berbasis CT diberi kondisi pembebanan berjalan fisiologis. Fase perbaikan disimulasikan menggunakan algoritma mechanoregulation yang dimodifikasi hingga terbentuk jembatan tulang kontinu. Morfologi callus yang dihasilkan kemudian ditransfer ke simulasi remodelling yang dikendalikan oleh stimulus strain energy density dan microdamage. Model ini digunakan untuk mengevaluasi perubahan morfologi callus, distribusi sifat material, daerah tidak aktif, serta pembagian beban antara callus dan implan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa jembatan callus bagian tengah mengalami peningkatan kekakuan dan densitas secara bertahap, sedangkan daerah callus perifer dengan stimulus mekanis rendah cenderung mengalami resorpsi. Temuan ini menunjukkan bahwa remodelling pasca-perbaikan berlangsung tidak seragam secara spasial dan sangat dipengaruhi oleh transfer beban lokal di sekitar intramedullary nail. Kerangka ini dapat menjadi dasar untuk mengevaluasi pengaruh skenario rehabilitasi atau pembebanan yang berbeda terhadap penyembuhan fraktur jangka panjang dan stress shielding akibat implan.