Penyembuhan tulang setelah fiksasi intramedullary nailing tidak berhenti saat
jembatan tulang pertama kali terbentuk, karena callus masih harus beradaptasi
terhadap lingkungan mekanis selama remodelling jangka panjang. Penelitian ini
mengembangkan kerangka komputasional untuk menghubungkan fase perbaikan
dan remodelling pada fraktur femur yang ditangani dengan intramedullary nail.
Model fraktur femur berbasis CT diberi kondisi pembebanan berjalan fisiologis.
Fase perbaikan disimulasikan menggunakan algoritma mechanoregulation yang
dimodifikasi hingga terbentuk jembatan tulang kontinu. Morfologi callus yang
dihasilkan kemudian ditransfer ke simulasi remodelling yang dikendalikan oleh
stimulus strain energy density dan microdamage. Model ini digunakan untuk
mengevaluasi perubahan morfologi callus, distribusi sifat material, daerah tidak
aktif, serta pembagian beban antara callus dan implan. Hasil simulasi menunjukkan
bahwa jembatan callus bagian tengah mengalami peningkatan kekakuan dan
densitas secara bertahap, sedangkan daerah callus perifer dengan stimulus
mekanis rendah cenderung mengalami resorpsi. Temuan ini menunjukkan bahwa
remodelling pasca-perbaikan berlangsung tidak seragam secara spasial dan sangat
dipengaruhi oleh transfer beban lokal di sekitar intramedullary nail. Kerangka
ini dapat menjadi dasar untuk mengevaluasi pengaruh skenario rehabilitasi atau
pembebanan yang berbeda terhadap penyembuhan fraktur jangka panjang dan
stress shielding akibat implan.
Perpustakaan Digital ITB