Validasi pembersihan merupakan salah satu aspek kritis dalam penerapan Cara
Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) untuk menjamin bahwa residu produk, bahan
pembersih, maupun kontaminan lainnya telah dihilangkan hingga berada di bawah
batas yang dapat diterima. Penelitian ini bertujuan memberikan dasar ilmiah dalam
penentuan konsentrasi larutan pembersih yang optimal pada validasi pembersihan
di Industri Farmasi X melalui cleanability study. Penelitian ini dilakukan
menggunakan pendekatan Design of Experiments (DoE) dengan rancangan General
Full Factorial Design untuk mengevaluasi pengaruh temperatur pencucian (25°C,
50°C, dan 75°C) terhadap konsentrasi larutan pembersih (1:8, 1:4, 1:2, dan 1:1).
Parameter mutu pembersihan yang bertindak sebagai respon meliputi Total
Organic Carbon (TOC), konduktivitas, dan pH bilasan akhir. Analisis dilakukan
menggunakan Analysis of Variance (ANOVA), General Factorial Regression,
Main Effects Plot, Interaction Plot, dan Response Optimizer pada Minitab. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa suhu air dan konsentrasi larutan pembersih
memberikan pengaruh signifikan terhadap parameter mutu pembersihan. Response
Optimizer mengidentifikasi konsentrasi (1:2) sebagai kondisi optimum
pembersihan secara statistik, namun secara praktikal konsentrasi (1:4) sudah
memenuhi seluruh kriteria penerimaan sehingga layak dipertimbangkan sebagai
kondisi operasional berdasarkan pendekatan berbasis risiko. Percobaan lanjutan
dilakukan dengan variasi siklus pencucian pada suhu 75°C. Hasil menunjukkan
bahwa peningkatan jumlah siklus pencucian juga dapat memberikan pengaruh yang
besar terhadap efektivitas pembersihan. Penelitian ini menunjukkan bahwa
Cleanability study dengan pendekatan Design of Experiment mampu memberikan
dasar ilmiah dalam optimasi parameter kritis pada proses pembersihan sekaligus
mendukung penerapan continuous improvement pada siklus hidup validasi
pembersihan.
Perpustakaan Digital ITB