digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Aisyah Rifda Majid [17022030]
PUBLIC Open In Flipbook Noor Pujiati.,S.Sos

Identitas adalah hal yang secara alamiah dimiliki oleh setiap manusia. Meski begitu, bagi sebagian orang, identitas adalah hal yang harus diinternalisasi dan direkonstruksi untuk dapat merasa utuh atas diri mereka. Pemaknaan ulang dari identitas diri adalah salah satu cara bagi individu untuk memiliki kontrol atas dirinya melalui rekonstruksi pribadi alih-alih menerima begitu saja label identitas yang telah disematkan oleh orang lain. Pada umumnya, pribadi yang membutuhkan rekonstruksi identitas secara internal ini adalah individu yang tidak mengikuti standar mayoritas dan tidak memiliki ruang untuk diterima dalam standar sosial yang normatif. Karena itulah, rekonstruksi identitas diri ini seringkali disebut sebagai identitas non-normatif karena berlawanan dengan arus mayoritas yang berlaku. Pengalaman tersebut direpresentasikan melalui seri karya Tugas Akhir berjudul “Chimera: Montase Diri” ini dengan menggunakan medium teknik cetak datar yang meliputi litografi dan mokulito. Kedua teknik cetak datar tersebut memiliki proses di mana air dan minyak bersatu untuk membentuk sebuah gambar melalui proses panjang yang berlapis, selayaknya identitas yang terdiri atas banyak fragmen yang dapat bersifat kontradiktif dan memerlukan proses panjang untuk diinternalisasi. Seri karya “Chimera: Montase Diri” terdiri atas delapan karya yang dibagi menjadi tiga bagian yang masing-masing merepresentasikan berbagai bentuk identitas, yaitu identitas budaya, identitas sosial, dan identitas diri. “Chimera: Montase Diri” menampilkan elemen visual utama berupa figur hewan endemik Indonesia, yaitu harimau sunda (Panthera tigris sondaica), kelinci sumatera (Nesolagus netscheri), dan kuau raja (Argusianus argus), yang membawakan makna personal dan kultural dari identitas penulis, serta tiga aspek berbeda dalam identitas penulis dengan merujuk pada teori arketipe Jung. Seperti chimera yang merupakan makhluk dengan tubuh yang terdiri dari tiga hewan berbeda sebagai satu kesatuan, karya ini berupaya menyampaikan metafora terhadap identitas nonnormatif sebagai respon terhadap fenomena dinamika identitas di masa kini.