Identitas adalah hal yang secara alamiah dimiliki oleh setiap manusia. Meski begitu,
bagi sebagian orang, identitas adalah hal yang harus diinternalisasi dan
direkonstruksi untuk dapat merasa utuh atas diri mereka. Pemaknaan ulang dari
identitas diri adalah salah satu cara bagi individu untuk memiliki kontrol atas
dirinya melalui rekonstruksi pribadi alih-alih menerima begitu saja label identitas
yang telah disematkan oleh orang lain. Pada umumnya, pribadi yang membutuhkan
rekonstruksi identitas secara internal ini adalah individu yang tidak mengikuti
standar mayoritas dan tidak memiliki ruang untuk diterima dalam standar sosial
yang normatif. Karena itulah, rekonstruksi identitas diri ini seringkali disebut
sebagai identitas non-normatif karena berlawanan dengan arus mayoritas yang
berlaku. Pengalaman tersebut direpresentasikan melalui seri karya Tugas Akhir
berjudul “Chimera: Montase Diri” ini dengan menggunakan medium teknik cetak
datar yang meliputi litografi dan mokulito. Kedua teknik cetak datar tersebut
memiliki proses di mana air dan minyak bersatu untuk membentuk sebuah gambar
melalui proses panjang yang berlapis, selayaknya identitas yang terdiri atas banyak
fragmen yang dapat bersifat kontradiktif dan memerlukan proses panjang untuk
diinternalisasi. Seri karya “Chimera: Montase Diri” terdiri atas delapan karya yang
dibagi menjadi tiga bagian yang masing-masing merepresentasikan berbagai bentuk
identitas, yaitu identitas budaya, identitas sosial, dan identitas diri. “Chimera:
Montase Diri” menampilkan elemen visual utama berupa figur hewan endemik
Indonesia, yaitu harimau sunda (Panthera tigris sondaica), kelinci sumatera
(Nesolagus netscheri), dan kuau raja (Argusianus argus), yang membawakan
makna personal dan kultural dari identitas penulis, serta tiga aspek berbeda dalam
identitas penulis dengan merujuk pada teori arketipe Jung. Seperti chimera yang
merupakan makhluk dengan tubuh yang terdiri dari tiga hewan berbeda sebagai satu
kesatuan, karya ini berupaya menyampaikan metafora terhadap identitas nonnormatif
sebagai respon terhadap fenomena dinamika identitas di masa kini.
Perpustakaan Digital ITB