2012_SK_PP_Ni Made Nuansacitra Dewi Wahana_19009022_Full Textt
PUBLIC Open In Flipbook Wiwik Istiyarini
Masyarakat di Indonesia terdiri dari berbagai macam kelompok etnis yang berbasis pada daerah-daerah dan mitos yang berbeda-beda sebagai identitas mereka. Setiap kelompok etnis memiliki ideologi yang berbeda yang mengontrol perilaku mereka. Hal ini bisa disebut sebagai kebudayaan. Para anggota dari setiap komunitas yang ada di setiap daerah bekerja dan hidup bersama dalam perkumpulan dan organisasi yang sama dan mereka membutuhkan sebuah petunjuk sebagai kebudayaan mereka.
Visi, misi, dan nilai inti adalah tiga pedoman krusial yang menjadi fondasi utama dari setiap organisasi. Nilai inti merupakan ideologi dari sebuah organisasi karena sangat mendasar bagi setiap anggotanya dalam menjalankan perannya di organisasi dan hal ini menciptakan kebudayaan organisasi. Ketika semua anggota dalam suatu organisasi menjadikan nilai inti sebagai pedoman mereka, misi dari organisasi tersebut akan berjalan sesuai dengan rencana dan visi dari organisasi juga akan terealisasi dengan baik.
Meskipun demikian, dalam sebuah organisasi, tidak semua anggotanya menjadikan nilai inti sebagai pedoman mereka dalam bekerja. Masalah ini timbul pada salah satu organisasi edukaasi terbaik di Indonesia, yaitu Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) Institut Teknologi Bandung Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor apa saja yang yang dapat mempengaruhi kebudayaan anggotanya sehingga tidak menjadikan nilai inti sebagai pedoman mereka. Pendekatan yang akan dilakukan oleh peneliti adalah menggunakan metode orientasi nilai yang sakan dihubungkan dengan nilai inti dari SBM melalui teknik projektif dan wawancara.
Sebagai hasilnya, patokan abstrak dari nilai inti yang dirasakan oleh anggota SBM dan juga perbedaan latar belakang dan budaya dari setiap anggota menyebabkan perbedaan sudut pandang dalam hidup, karya, dan juga terhadap sesama manusia Sudut pandang dari setiap anggota dapat mempengaruhi persepsi mereka tentang pengertian mengenai nilai inti sehingga dapat mengakibatkan ketidakselarasan pada visi dan misi SBM. Untuk meyamakan persepi setiap anggotanya, SBM sebaiknya membuat patokan yang jelas dalam pengertian setiap nilai intinya dan mensosialisasikan hal tersebut kepada setiap anggotanya sehingga seluruh anggota dapat mengimplementasikan nilai inti dalam setiap tindakannya.
Kata kunci: nilai inti, orientasi nilai budaya, visi
Perpustakaan Digital ITB