ABSTRAK Nadia Vero Ulina Ambarita
Terbatas Devi Septia Nurul
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Devi Septia Nurul
» Gedung UPT Perpustakaan
Seismik refleksi merupakan metode geofisika yang banyak digunakan untuk
memetakan struktur bawah permukaan, khususnya dalam eksplorasi migas dan
kajian geologi struktur. Namun demikian, bumi secara alami bersifat heterogen,
baik dari segi sifat fisika batuan maupun kondisi geologinya. Keberadaan lapisan
miring, lipatan, patahan, serta variasi kecepatan lateral yang kuat menyebabkan
penampang seismik pada domain waktu sering kali tidak mampu merepresentasikan
posisi reflektor yang sebenarnya. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan
kesalahan interpretasi apabila tidak didukung oleh proses migrasi yang tepat dan
model kecepatan yang akurat. Oleh karena itu, kualitas citra seismik sangat
bergantung pada ketelitian pemodelan kecepatan, khususnya pada area dengan
kompleksitas geologi tinggi.
Penelitian tugas akhir ini bertujuan untuk membangun dan mengevaluasi model
kecepatan interval sebagai input utama pada proses Post Stack Depth Migration
(PostSDM) dengan memanfaatkan pendekatan color inversion dan multi-attribute
yang dikontrol oleh model strata berbasis batas horizon. Data yang digunakan
berupa data seismik pre-stack yang terlebih dahulu diproses melalui tahapan input
data, pengaturan geometri, analisis kecepatan menggunakan metode semblance dan
Interactive Velocity Analysis (IVA), serta penerapan prestack time migration. Hasil
time migration gather digunakan untuk mengevaluasi kualitas kecepatan melalui
analisis residual moveout, sedangkan penampang time migration dimanfaatkan
sebagai dasar interpretasi struktur, inversi seismik, dan ekstraksi properti.
Ekstraksi log dilakukan pada penampang time migration untuk memperoleh log
pseudo-well berupa acoustic impedance, kecepatan gelombang P, densitas, dan
kedalaman. Log hasil ekstraksi dianalisis melalui crossplot untuk mengidentifikasi
hubungan fisik antar parameter serta sebagai dasar penentuan target pemodelan
kecepatan. Picking horizon dilakukan sebagai dasar pembentukan model strata
yang akan digunakan dalam inversi dan atribut. Selanjutnya, resolusi lateral model
kecepatan ditingkatkan menggunakan pendekatan multi-attribute berbasis atribut
seismik, serta menggunakan metode band-limited color inversion guna
menghasilkan model kecepatan interval yang konsisten secara lateral dan vertikal.
ii
Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi multi-attribute dan color inversion
menghasilkan model kecepatan interval yang lebih representatif terhadap kondisi
bawah permukaan dibandingkan model awal. Penerapan kedua model kecepatan
tersebut dalam proses PostSDM dan migrasi ulang domain waktu menghasilkan
citra kedalaman dengan reflektor yang lebih terfokus, mampu menggambarkan
struktur kompleks dan sistem patahan secara lebih tajam, serta memperbaiki posisi
struktur secara signifikan. Analisis perbandingan menunjukkan bahwa citra hasil
migrasi menggunakan velocity interval dari kedua pendekatan memiliki kualitas
yang relatif setara. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa
pemanfaatan teknik color inversion dan multi-attribute yang dikontrol oleh model
strata berbasis batas horizon merupakan faktor penting dalam keberhasilan
pemodelan kecepatan interval dan peningkatan kualitas migrasi seismik domain
kedalaman pada area dengan variasi kecepatan lateral yang tinggi.
Perpustakaan Digital ITB