ayudya restu yudha pramesthi
EMBARGO  2029-10-16 
EMBARGO  2029-10-16 
ayudya restu yudha pramesthi
EMBARGO  2029-10-16 
EMBARGO  2029-10-16 
ayudya restu yudha pramesthi
EMBARGO  2029-10-16 
EMBARGO  2029-10-16 
ayudya restu yudha pramesthi
EMBARGO  2029-10-16 
EMBARGO  2029-10-16 
ayudya restu yudha pramesthi
EMBARGO  2029-10-16 
EMBARGO  2029-10-16 
Minyak sawit merupakan komoditas strategis yang umumnya diekstraksi melalui proses
termal berenergi tinggi, sehingga dibutuhkan metode alternatif yang lebih efisien dan ramah
energi. Salah satu pendekatan yang dikembangkan adalah ekstraksi dengan bantuan enzim
menggunakan ?-amilase hipertermostabil rekombinan (Pfa) asal Pyrococcus furiosus, yaitu
mikroorganisme hipertermofilik dengan stabilitas termal tinggi, yang diekspresikan
menggunakan sistem Pichia pastoris. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi buah
sawit asal perkebunan sawit di Sampit, mengkaji aktivitas dan karakteristik Pfa, serta
mengevaluasi efisiensi proses ekstraksi minyak sawit dengan bantuan Pfa. Metode penelitian
meliputi penentukan kadar air dan pati buah sawit, uji aktivitas Pfa, analisis berat molekul
protein menggunakan SDS-PAGE dan zimografi, serta optimasi ekstraksi minyak sawit
melalui variasi dosis enzim, dengan analisis statistik One-way ANOVA. Hasil penelitian
menunjukkan kadar air sebesar 24,58% dengan kadar pati sebesar 0,26%. Pfa memiliki
aktivitas enzim 19,5 ± 2,59 U/mL. Hasil analisis SDS-PAGE dan zimografi menujukkan Pfa
memiliki berat molekul ?80 kDa. Ekstraksi minyak sawit dengan massa mesokarp 80 g
menggunakan Pfa dengan dosis 6,09 U/g menghasilkan peningkatan minyak sebesar 18%.
Variasi dosis Pfa (0,12; 1,22; dan 12,19 U/g) berpengaruh signifikan (p<0,05), dengan
peningkatan volume minyak pada rentang 5–15% dan produktivitas tertinggi sebesar 175,5
?L/U pada dosis 0,12 U/g. Hasil ini menunjukkan Pfa berpotensi sebagai agen bantu ekstraksi
minyak sawit yang efisien.
Perpustakaan Digital ITB