Inklusi keuangan digital telah muncul sebagai instrumen yang dapat memperkuat
ketahanan pangan rumah tangga di negara-negara berkembang, namun bukti pada tingkat mikro
masih terbatas di Indonesia. Penelitian ini dapat menganalisis hubungan antara penggunaan
transaksi digital dan ketahanan pangan rumah tangga di Indonesia, menggunakan analisis regresi
untuk menilai dampak perilaku keuangan terhadap nutrisi rumah tangga. Dengan menggunakan
data survei rumah tangga yang diperoleh dari World Bank dan menerapkan regresi Ordinary
Least Squares (OLS), penelitian ini mengungkapkan bahwa penggunaan transaksi digital
memiliki efek positif secara statistik signifikan terhadap ketahanan pangan. Hasil tersebut
menunjukkan bahwa rumah tangga yang lebih banyak menggunakan keuangan digital cenderung
memiliki akses pangan yang lebih baik. Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya
mengenai hubungan antara Keuangan Digital dan Akses Rumah Tangga terhadap Pangan &
Ketahanan Pangan. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan
keuangan digital memiliki efek positif terhadap ketahanan pangan rumah tangga di Indonesia,
sambil juga menyoroti bahwa keuangan digital sebagai nilai atau faktor tunggal tidak dapat
sepenuhnya menjelaskan kompleksitas ketahanan pangan di Indonesia.
Keywords: Akses Rumah Tangga terhadap Pangan & Ketahanan Pangan; Keuangan Digital;
Indonesia; Data Survei Rumah Tangga
Perpustakaan Digital ITB