Renang gaya bebas adalah teknik yang paling umum dalam kompetisi maupun rekreasi di
kalangan perenang. Gaya dorongnya didominasi oleh tubuh bagian atas, sehingga rentan
terhadap kelelahan yang menurunkan kecepatan renang dan meningkatkan risiko cedera. Saat
kelelahan mulai terjadi, mekanika kayuhan berubah signifikan, menghasilkan gerakan yang
kurang efisien dan penurunan kecepatan. Melalui pengukuran percepatan segmen tubuh
bagian atas menggunakan sensor inertial measurement unit (IMU), penelitian ini
mengidentifikasi segmen yang mengalami kelelahan paling besar melalui laju peluruhan Root
Mean Square (RMS) percepatan signal magnitude vector (SMV).
Penelitian ini melibatkan lima belas subjek pria sehat, yang berkurang menjadi tiga belas
setelah dua subjek dikeluarkan karena ketidaksesuaian protokol. Subjek berusia 20 hingga 25
tahun, dengan indeks massa tubuh normal dan tanpa riwayat cedera. Empat sensor IMU dalam
wadah kedap air ditempatkan pada lengan atas dan lengan bawah kedua sisi, dan setiap subjek
berenang gaya bebas kontinu sejauh 400 meter di kolam berukuran Olimpiade. Data diproses
melalui penyaringan low-pass, segmentasi lap dan kayuhan, perhitungan RMS, serta regresi
linear antar-lap untuk menentukan laju peluruhan.
Sebagian besar subjek menunjukkan laju peluruhan negatif, yang mengonfirmasi bahwa
kelelahan menurunkan gerakan tubuh bagian atas selama renang. Lengan atas kiri merupakan
indikator paling konsisten, dengan seluruh tiga belas subjek menunjukkan laju negatif dalam
rentang sempit ?0,0003 hingga ?0,0151 g/lap. Lengan bawah kanan merupakan indikator
paling tidak konsisten, dengan hanya sembilan subjek menunjukkan nilai negatif, namun
memiliki rata-rata peluruhan paling curam sebesar ?0,0102 g/lap sehingga menunjukkan
variabilitas antar-subjek yang tinggi. Nilai koefisien determinasi yang rendah (R² sebesar 0,3–
0,4) menunjukkan penelitian selanjutnya sebaiknya menggunakan sampel lebih besar,
penambahan sensor panggul, serta validasi menggunakan motion capture.
Perpustakaan Digital ITB