DAFTAR PUSTAKA REZKIKA USKASASTO
EMBARGO  2029-07-07 
EMBARGO  2029-07-07 
LAMPIRAN REZKIKA USKASASTO
EMBARGO  2029-07-07 
EMBARGO  2029-07-07 
Benteng Keraton Buton merupakan cagar budaya nasional sekaligus ikon pariwisata Kota Baubau yang memiliki nilai sejarah dan budaya. Namun, perkembangan pariwisata yang lebih berorientasi pada aktivitas rekreatif dibandingkan edukatif berpotensi menggerus karakter, makna, dan identitas kawasan. Kondisi tersebut mendorong pentingnya kajian genius loci untuk memahami jiwa atau esensi yang membentuk keunikan Benteng Keraton Buton serta mengkaji berbagai persoalan pariwisata yang berpotensi melemahkannya. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis genius loci Benteng Keraton Buton dengan mengacu pada teori Christian Norberg-Schulz yang memandang keunikan suatu tempat terbentuk melalui hubungan antara manusia dengan lingkungannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi literatur. Analisis data dilakukan menggunakan analisis deskriptif dan analisis tematik dengan bantuan NVivo 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejarah pembangunan Benteng Keraton Buton dilatarbelakangi oleh posisi wilayah Buton yang strategis sebagai jalur pelayaran dan tempat persinggahan berbagai armada, sehingga rentan terhadap ancaman eksternal. Makna filosofis pada komponen fisik Benteng Keraton Buton memiliki keterkaitan yang kuat dengan ajaran Islam dan filosofi kehidupan masyarakat Buton. Temuan penting lainnya adalah, genius loci dari Benteng Keraton Buton berakar pada peradaban Kesultanan Buton yang tercermin melalui elemen fisik benteng, nilai-nilai Islam, serta keberlanjutan kehidupan sosial, budaya, dan religius masyarakatnya. Oleh karena itu, pengelolaan pariwisata pada Benteng Keraton Buton perlu diintegrasikan dengan prinsip pelestarian genius loci melalui perlindungan nilai sejarah, budaya, dan identitas kawasan. Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dalam kajian pariwisata warisan budaya berbasis genius loci serta menjadi pertimbangan dalam merumuskan strategi pengembangan
pariwisata yang tidak mengabaikan karakter dan keunikan kawasan warisan budaya.
Perpustakaan Digital ITB