2021_SK_PP_Muhammad pittrawan saputra Munir_19009074_Full text
PUBLIC Open In Flipbook Wiwik Istiyarini
Pada tahun 2008, negara-negara Eropa mengalami bencana keuangan lagi. Kecenderungan ini mempengaruhi kinerja keuangan dari hampir setiap bangsa di dunia. Oleh karena itu perusahaan yang ingin bertahan harus membuat strategi perusahaan yang sangat baik untuk memperbaiki masalah ini dan meningkatkan kinerja mereka. Oleh karenanya Semua perusahaan membutuhkan sumber daya manusia yang sangat baik, mengembangkan bisnis perusahaan dan mengelolanya dengan baik sebagai cara untuk memperbaiki masalah. Salah satu cara yang signifikan untuk meningkatkan kinerja perusahaan dengan mengembangkan budaya entrepreneurshipdi pegawai. Sebuah pola pikir entrepreneurship diperlukan dalam dunia bisnis yang kini sedang berkembang. Oleh karena itu, untuk memiliki kinerja organisasi yang baik, perusahaan juga harus memiliki pemimpin bersifat entrepreneur Penulis memutuskan untuk mengukur dan mengevaluasi corporate entrepreneurial dalam salah satu perusahaan yang secara langsung terlibat dalam kinerja ekonomi Indonesia. Penulis memutuskan untuk mengukur dan menganalisis corporate entrepreneurial di PT. Bank X sebagaimana perusahaan ini merupakan salah satu bank terbesar di Indonesia.
Dalam penelitian ini, penulis menganalisis orientasi entrepreneurship (dimensi budaya kewirausahaan) dan menganalisis pentingnya karakteristik entreprneurial leadership diukur dengan kesenjangan antara Pentingnya aspek dan frekuensi penerapannya pada 6 direktorat PT. Bank X. yaitu: Financial & Strategy, Technology & Operation, Micro & retail banking, Compliance & Human Capital, Treasury, Finantial Institution, & Special Asset Management. Risk Management. Untuk mengumpulkan data, penulis menggunakan Survey kuesioner Entrepreneurial Orientation Survey (POS) questionaire and Entrepreneurial Leadership Questionaire (ELQ) Kuesioner-kuesioner ini didistribusikan ke pegawai pelaksana dan pegawai pimpinan di setiap direktorat di PT. Bank X di kantor pusat. Dari data yang dikumpulkan, penulis mengukur nilai-nilai dimensi budaya kewirausahaan: perencanaan strategis, lintas fungsi, dukungan ide-ide baru, intelijen pasar, pengambilan risiko, fleksibilitas, fokus, orientasi masa depan, dan mengukur karakteristik kepemimpinan. Ada 4 jenis karakteristik kepemimpinas: Explorer, Miners, Accelerator, Integrator, dan juga Thomberry (2006) menambahkan karakteristik General.
Hasil dari penelitian EOS menunjukkan bahwa pada ke 6 direktorat, dimensi diklasifikasikan sebagai implementasi orientasi yang "baik", kecuali dalam 3 dimensi Pengambilan resike, Perencanaan Strategis, dan
Hasil dari penelitian ELQ menunjukkan bahwa di PT. Bank X, hanya ada 3 direktorat: Finance & Strategy, Teknologi & Operasi, dan Manajemen Risiko yang menerapkan karakteristik kepemimpinan yang sesuai.
Kata Kunci: entrepreneurship, intrapreneurship, EOS, ELQ
Perpustakaan Digital ITB