Insiden kebocoran pipa bawah laut di Block Zone - Zone A (BZZA) Blok Offshore
North West Java (ONWJ) pada 15 April 2021 memicu tumpahan minyak di
perairan Karawang. Penelitian ini memetakan sebaran polutan periode 15–30 April
2021 menggunakan model Semi-implicit Cross-scale Hydroscience Integrated
System (SCHISM) dan General National Oceanic and Atmospheric Administration
(NOAA) Operational Modeling Environment (GNOME). Verifikasi model
hidrodinamika terhadap data TOPEX/Poseidon Global Ocean Tide Model (TPXO)
menunjukkan akurasi tinggi; elevasi muka air menghasilkan nilai Correlation
Coefficient (CC) 0,9780 (RMSD 0,0437 m), arus pasut zonal (
(
) dan meridional
) menghasilkan CC 0,9651 (RMSD 0,0473 m/s) dan 0,9526 (RMSD 0,0121 m/s).
Hasil forward tracking menunjukkan partikel minyak bergerak ke barat menyusuri
pesisir akibat kombinasi gaya dorong angin musiman dan adveksi arus, mencemari
pesisir Karawang barat, Bekasi, Teluk Jakarta, Tangerang, Serang, hingga
Kepulauan Seribu. Pola trajektori tervalidasi dengan citra Sentinel-1 SAR pada 18
April (Akurasi 74,03%, Dice 14,21%) dan 26 April 2021 (Akurasi 78,55%, Dice
19,27%). Pada akhir simulasi (30 April 2021, 23.00 WIB), pelapukan minyak
didominasi fraksi yang terdampar di pesisir (beaching) sebesar 45,3%, evaporasi
(evaporation) sebesar 37,5%, partikel keluar domain (outflow) sebesar 13,4%, serta
menyisakan minyak di permukaan (surface oil) sebesar 2,8% dan terdispersi alami
(dispersion) sebesar 0,9%
Perpustakaan Digital ITB