Lapisan batas atmosfer (Atmospheric Boundary Layer, LBA) merupakan lapisan
terbawah atmosfer yang berperan penting dalam proses pertukaran panas,
momentum, uap air, dan polutan antara permukaan bumi dan atmosfer bebas.
Ketinggian lapisan batas atmosfer (Boundary Layer Height) menjadi parameter
penting dalam kajian cuaca, iklim, dan kualitas udara. Namun, penelitian mengenai
karakteristik temporal tinggi LBA di wilayah tropis maritim, khususnya Jakarta,
masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengestimasi ketinggian lapisan batas
berdasarkan data radar wind profiler, menganalisis variasi temporal tinggi LBA,
serta mengkaji pengaruh fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) dan Cross
Equatorial Northerly Surge (CENS) terhadap variasi ketinggian LBA di Bandara
Soekarno Hatta.
Penelitian menggunakan data wind profiler dan Radio Acoustic Sounding System
(RASS) periode Januari 2022 hingga April 2025 dengan resolusi temporal 5 menit
dan resolusi vertikal 50 m. Estimasi ketinggian LBA dilakukan menggunakan tiga
metode, yaitu Bulk Richardson Number (BRN) dengan nilai Richardson kritis
konstan (
), BRN dengan nilai Richardson kritis dinamis berdasarkan
pendekatan Vickers dan Mahrt (2004), serta metode minimum kurvatur. Hasil
estimasi kemudian dianalisis secara diurnal, musiman, bulanan, antar tahun, serta
dibandingkan pada kondisi MJO dan CENS aktif maupun tidak aktif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi temporal tinggi LBA memperlihatkan
pola diurnal yang berkembang setelah pagi hari, mencapai maksimum pada siang
hingga sore hari, kemudian menurun pada malam hari. Secara musiman, tinggi LBA
pada musim hujan cenderung lebih rendah dibandingkan musim kemarau,
sedangkan ketinggian tertinggi terjadi pada musim transisi 2. Secara bulanan, LBA
tertinggi umumnya terjadi pada bulan Oktober pada siang hari, sedangkan pada
malam hari tertinggi terjadi pada bulan Maret. Analisis antar tahun menunjukkan
kecenderungan penurunan rata-rata tinggi LBA selama periode pengamatan. Selain
itu, LBA pada saat MJO dan CENS aktif cenderung lebih rendah dibandingkan
kondisi tidak aktif, dengan pengaruh CENS yang lebih besar dibandingkan MJO.
Perpustakaan Digital ITB