digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Tassa Zikrillah Fitri
PUBLIC Open In Flipbook Rita Nurainni, S.I.Pus

Lapisan batas atmosfer (Atmospheric Boundary Layer, LBA) merupakan lapisan terbawah atmosfer yang berperan penting dalam proses pertukaran panas, momentum, uap air, dan polutan antara permukaan bumi dan atmosfer bebas. Ketinggian lapisan batas atmosfer (Boundary Layer Height) menjadi parameter penting dalam kajian cuaca, iklim, dan kualitas udara. Namun, penelitian mengenai karakteristik temporal tinggi LBA di wilayah tropis maritim, khususnya Jakarta, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengestimasi ketinggian lapisan batas berdasarkan data radar wind profiler, menganalisis variasi temporal tinggi LBA, serta mengkaji pengaruh fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) dan Cross Equatorial Northerly Surge (CENS) terhadap variasi ketinggian LBA di Bandara Soekarno Hatta. Penelitian menggunakan data wind profiler dan Radio Acoustic Sounding System (RASS) periode Januari 2022 hingga April 2025 dengan resolusi temporal 5 menit dan resolusi vertikal 50 m. Estimasi ketinggian LBA dilakukan menggunakan tiga metode, yaitu Bulk Richardson Number (BRN) dengan nilai Richardson kritis konstan ( ), BRN dengan nilai Richardson kritis dinamis berdasarkan pendekatan Vickers dan Mahrt (2004), serta metode minimum kurvatur. Hasil estimasi kemudian dianalisis secara diurnal, musiman, bulanan, antar tahun, serta dibandingkan pada kondisi MJO dan CENS aktif maupun tidak aktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi temporal tinggi LBA memperlihatkan pola diurnal yang berkembang setelah pagi hari, mencapai maksimum pada siang hingga sore hari, kemudian menurun pada malam hari. Secara musiman, tinggi LBA pada musim hujan cenderung lebih rendah dibandingkan musim kemarau, sedangkan ketinggian tertinggi terjadi pada musim transisi 2. Secara bulanan, LBA tertinggi umumnya terjadi pada bulan Oktober pada siang hari, sedangkan pada malam hari tertinggi terjadi pada bulan Maret. Analisis antar tahun menunjukkan kecenderungan penurunan rata-rata tinggi LBA selama periode pengamatan. Selain itu, LBA pada saat MJO dan CENS aktif cenderung lebih rendah dibandingkan kondisi tidak aktif, dengan pengaruh CENS yang lebih besar dibandingkan MJO.