ABSTRAK Sulthonniyah Yaumi Saputri
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
COVER Sulthonniyah Yaumi Saputri
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 Sulthonniyah Yaumi Saputri
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Sulthonniyah Yaumi Saputri
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Sulthonniyah Yaumi Saputri
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Sulthonniyah Yaumi Saputri
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Sulthonniyah Yaumi Saputri
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Sulthonniyah Yaumi Saputri
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Reaktor Cepat Berpendingin Gas (Gas-Cooled Fast Reactor/GFR) merupakan
salah satu konsep reaktor nuklir Generasi IV yang dikembangkan untuk memenuhi
tantangan kebutuhan energi masa depan yang berkelanjutan, aman, dan efisien.
GFR beroperasi pada spektrum neutron cepat dan temperatur tinggi. Temperatur
keluaran yang tinggi dari reaktor ini berpotensi untuk diintegrasikan secara
langsung dengan sistem konversi energi berbasis siklus Brayton tertutup. Penelitian
ini bertujuan untuk menganalisis performa sistem konversi energi pada GFR
dengan menggunakan siklus Brayton tertutup yang dimodifikasi melalui penerapan
IHX, bypass, reheat, dan regenerative.
Pendekatan penelitian dilakukan secara analitik, numerik, dan integratif, dimulai
dari analisis neutronik teras reaktor hingga evaluasi performa termal sistem
konversi energi. Tahap awal penelitian melibatkan perancangan model neutronik
reaktor cepat berpendingin gas menggunakan perangkat lunak OpenMC berbasis
metode Monte Carlo kontinu-energi pada kondisi operasi tunak (steady-state).
Model reaktor yang dikembangkan memiliki daya termal sebesar 75 MWth, dengan
konfigurasi bahan bakar Uranium-Plutonium Carbide, pendingin helium, material
kelongsong Silicon Carbide (SiC), reflektor timbal, serta material kendali berupa
Boron Carbide (B?C). Parameter neutronik yang dianalisis meliputi faktor
multiplikasi efektif, distribusi fluks neutron, distribusi densitas daya, power peaking factor, yang selanjutnya digunakan sebagai dasar dalam analisis termal dan
konversi energi.
Hasil analisis neutronik menunjukkan bahwa nilai faktor multiplikasi efektif
(combined k-effective) sebesar 1,05218 ± 0,00207. Reaktor berada dalam kondisi
excess reactivity pada teras awal (fresh core without control). Efektivitas penahanan
neutron dalam teras yang baik dengan fraksi kebocoran kurang dari 1%. Distribusi
densitas daya pada tingkat pin diperoleh rata-rata sebesar 148 W/cm³ dari total
7.917 pin bahan bakar, dan digunakan sebagai masukan perhitungan temperatur
keluaran reaktor rata-rata sebesar 1153,367 K dengan koefisien variasi RSD sebesar
3,58%. Temperatur keluaran ini selanjutnya dikopel ke dalam analisis
termodinamika yang mencakup evaluasi IHX dan siklus Brayton yang dimodifikasi
berbasis helium. Analisis IHX menunjukkan effectiveness NTU sebesar 67% pada
bagian mainheat dengan temperature approach di ujung panas sebesar 204,1 K,
sementara segmen reheat menunjukkan effectiveness yang lebih rendah dengan
temperature approach ~164,7,4 K. Efisiensi termal sistem pada model ini dengan
menggunakan rasio kompresi kompresor A dan B sebesar 2.0 menghasilkan
efisiensi 35%. Optimasi rasio kompresi menghasilkan efisiensi termal siklus
sebesar 52% pada rasio kompresi kompresor A dan B berturut-turut 4,5 dan 4,3.
Penambahan regenerator dan bypass dapat meningkatkan efisiensi, sedangkan
penambahan reheat menurunkan efisiensi, namun meningkatkan kerja bersih
spesifik siklus.
Perpustakaan Digital ITB