digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Indonesia menghadapi tantangan dalam persiapan pensiun meskipun mekanisme pensiun formal telah tersedia dan akses keuangan terus meningkat. OJK melaporkan bahwa cakupan peserta dana pensiun sukarela hanya mencapai 5,73% dari total tenaga kerja nasional pada tahun 2024, sementara indeks literasi keuangan Indonesia mencapai 65,43% dan indeks inklusi keuangan mencapai 75,02% pada tahun yang sama. Pada saat yang sama, Generasi Z telah menjadi kelompok generasi terbesar di Indonesia dan semakin memasuki angkatan kerja produktif. Kondisi ini menunjukkan bahwa pekerja muda mungkin telah memiliki penghasilan dan akses terhadap layanan keuangan, tetapi belum tentu memiliki kesiapan pensiun yang kuat. Oleh karena itu, penelitian ini mengkaji perencanaan pensiun sebagai bentuk kesiapan awal pensiun pada pekerja Generasi Z di Kota Bandung dengan menganalisis peran literasi keuangan, orientasi masa depan, dan gender. Penelitian ini juga membandingkan apakah hubungan struktural berbeda antara responden laki-laki dan perempuan melalui Analisis Multikelompok. Survei kuantitatif dilakukan terhadap 386 responden valid yang merupakan pekerja Generasi Z di Kota Bandung, dan data dianalisis menggunakan PLS-SEM dengan SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan, orientasi masa depan, dan gender berpengaruh signifikan terhadap perencanaan pensiun. Analisis Multikelompok lebih lanjut menunjukkan bahwa hubungan antara literasi keuangan dan perencanaan pensiun lebih kuat pada responden laki-laki, sedangkan hubungan antara orientasi masa depan dan perencanaan pensiun lebih kuat pada responden perempuan. Penelitian ini merekomendasikan edukasi pensiun yang menggabungkan keterampilan keuangan praktis dengan penetapan tujuan jangka panjang, serta mempertimbangkan penekanan yang berbeda bagi pekerja muda laki-laki dan perempuan. Kata kunci: literasi keuangan, orientasi masa depan, gender, perencanaan pensiun, pekerja Generasi Z