Gempa bumi dangkal dengan magnitudo 4,8 dan kedalaman hiposenter 5 km terjadi di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, pada tanggal 31 Desember 2023, pukul 20.34 WIB. Episenter gempa terletak sekitar 2 km di sebelah timur laut Kota Sumedang, Jawa Barat. Gempa utama (mainshock) ini didahului oleh dua gempa pendahuluan (foreshock) dan diikuti oleh beberapa gempa susulan (aftershock). Peristiwa ini diduga berkaitan dengan aktivitas sesar geser (strike-slip fault) lokal yang sebelumnya belum terpetakan. Sebanyak 22 seismograf temporal dipasang oleh Tim Seismologi ITB dari tanggal 2 Januari hingga 27 Januari 2024 di sekitar area sumber gempa. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi struktur kecepatan gelombang geser (Vs) dan mengkarakterisasi fitur bawah permukaan di zona gempa Sumedang. Kumpulan data yang terekam selama 24 hari tersebut dianalisis menggunakan metode ambient noise tomography (ANT). Studi sebelumnya telah menunjukkan bahwa metode ANT efektif untuk melakukan pemetaan struktur bawah permukaan, termasuk di wilayah dengan seismisitas yang signifikan. Pendekatan metode ANT menggunakan korelasi silang antar pasangan stasiun untuk mendapatkan Empirical Green’s Function (EGF). Kurva dispersi kecepatan grup gelombang Rayleigh diekstraksi dari komponen vertikal (ZZ) untuk setiap pasangan stasiun. Hasil inversi awal ANT menunjukkan kontras Vs yang tajam di area episenter, yang diinterpretasikan sebagai zona sesar yang mengontrol terjadinya gempa bumi tersebut.
Perpustakaan Digital ITB