Bambu merupakan salah satu tanaman yang mudah dibudidayakan, memiliki pertumbuhan yang cepat dan dapat dipanen dalam waktu yang singkat. Tingginya produktivitas bambu memungkinkan untuk dijadikan sebagai bahan alternatif kayu dan dapat dikembangkan untuk berbagai inovasi produk ramah lingkungan, salah satunya tumbler bambu. Di tengah meningkatkan kesadaran masyarakat akan isu lingkungan dan gaya hidup berkelanjutan, tumbler bambu memiliki peluang pasar yang cukup besar. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik tumbler bambu, menentukan preferensi dan nilai atribut terpenting bagi konsumen, serta strategi pemasaran tumbler bambu. Penelitian dilaksanakan di Saung Kasep dan DKI Jakarta. Pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur, observasi lapangan, wawancara dengan pemilik Saung Kasep, serta penyebaran kuesioner kepada 100 responden dengan metode purposive sampling. Analisis preferensi konsumen dilakukan menggunakan metode analisis konjoin dengan pendekatan full profile, sementara perumusan strategi pemasaran dilakukan berdasarkan hasil segmentasi, targeting, positioning (STP), dan bauran pemasaran.
Hasil menunjukkan bahwa preferensi konsumen terhadap tumbler bambu yaitu kombinasi atribut berupa material bambu dan kaca, harga kurang dari Rp150.000, desain lukis, dan tutup ulir. Selain itu, atribut harga merupakan faktor yang paling dipertimbangkan konsumen, diikuti oleh desain, material, dan jenis tutup. Segmen pasar tumbler bambu yaitu konsumen berusia muda, berdomisili di perkotaan, peduli terhadap lingkungan, serta berasal dari kelompok masyarakat kelas menengah. Target pasar yang direkomendasikan yaitu konsumen dengan mobilitas tinggi, mengikuti tren gaya hidup ramah lingkungan, serta mencari produk fungsional yang memiliki nilai estetika. Posisi pasarnya yaitu sebagai tempat minum ramah lingkungan serta dapat di custom sesuai kebutuhan. Strategi product, pengembangan desain tumbler sesuai dengan preferensi konsumen. Strategi price berdasarkan value-based pricing yang didukung oleh bundling, quantity discount, dan seasonal discount. Strategi place dilakukan secara multichannel melalui
website, media sosial, marketplace serta toko fisik untuk mempermudah konsumen memperoleh informasi dan pembelian produk. Strategi promotion dapat dilakukan secara digital melalui content marketing, edukasi dan storytelling terkait nilai keberlanjutan produk, kemudian didukung pula dengan partisipasi pameran dan kegiatan komunitas.
Perpustakaan Digital ITB