digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Sungai Citarum Hulu merupakan sungai strategis yang berperan dalam memenuhi kebutuhan air baku di pulau Jawa dan Bali. Namun, Sungai Citarum mengalami tantangan dalam degradasi sungai dan menyebabkan Sungai Citarum masuk ke dalam satus cemar berat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kebijakan pengelolaan kualitas air sungai dengan menggunakan sistem dinamis. Sistem dinamis digunakan untuk menangkap proses umpan balik dan interaksi antara kualitas air sungai dan dampak dari kegiatan sosial ekonomi di wilayah sungai, terutama Sungai Citarum Hulu. Pengukuran kualitas air sungai citarum dilakukan dengan metode Sanitation Foundation Water Quality Index (NSFWQI). Berdasarkan hasil uji validitas, model dinyatakan valid dan dapat digunakan dalam simulasi model pengelolaan kualitas air sungai. Hasil uji sensitivitas didapatkan faktor PDRB industri sensitif terhadap kualitas air sungai dengan nilai deviasi sebesar 2,48% untuk peningkatan 10% dan 1,14% untuk penurunan 10%. Model dinyatakan robust terhadap perubahan parameter. Dengan menggunakan SD, empat skenario optimal disimulasikan untuk menganalisis strategi kebijakan pengelolaan kualitas air sungai. Kondisi Sungai Citarum Hulu tanpa adanya perubahan pada intervensi terus mengalami penurunan hingga mencapai -16% di tahun 2035. Hasil simulasi intervensi dalam penanganan beban pencemar industri, air limbah domestik, limbah padat, dan limbah pertanian dapat meningkatkan kualitas air Sungai Citarum Hulu hingga mencapai 17% di tahun 2035. Selain itu, intervensi pada aspek sosial, edukasi, penegakan hukum dan pemantauan kualitas air sungai juga penting dalam pengelolaan kulitas air sungai. Peningkatan kualitas air sungai dapat dicapai melalui strategi kolaboratif dari aspek teknis, sosial, dan ekonomi secara berkelanjutan.