digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

COVER Muhammad Nuragustian Hidayat
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

BAB 1 Muhammad Nuragustian Hidayat
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

BAB 2 Muhammad Nuragustian Hidayat
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

BAB 3 Muhammad Nuragustian Hidayat
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

BAB 4 Muhammad Nuragustian Hidayat
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

BAB 5 Muhammad Nuragustian Hidayat
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

PUSTAKA Muhammad Nuragustian Hidayat
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

Industri minyak dan gas Indonesia menghadapi tantangan produksi yang signifikan karena lapangan-lapangan matang mengalami penurunan alami. Di PT Pertamina Hulu Rokan Lapangan Ramba, inefisiensi dalam pengisian material persediaan telah menyebabkan keterlambatan program dan kesempatan produksi yang hilang. Tantangan operasional ini terus berulang karena masalah-masalah tersebut tidak terekam dengan baik dalam Sistem Manajemen Kinerja (SMK) yang ada, yang menghambat koordinasi yang efektif dalam proses perencanaan, pengadaan, dan manajemen persediaan. Untuk mengatasi isu sistemik ini, penelitian ini bertujuan: (1) menentukan akar penyebab ketidaktersediaan material yang berulang, (2) mengidentifikasi kesenjangan SMK yang ada yang berdampak pada kinerja ketersediaan material, dan (3) mengusulkan solusi bisnis untuk mengoptimalkan proses pengisian material. Penelitian menggunakan metodologi terintegrasi yang menggabungkan Soft Systems Methodology (SSM) untuk analisis sistemik, kerangka Balanced Scorecard (BSC) untuk pengukuran kinerja multi-dimensi, dan Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk prioritisasi. Data primer dikumpulkan melalui wawancara dengan delapan pemangku kepentingan kunci, didukung analisis data sekunder. Analisis mengungkapkan lima akar penyebab yang saling terkait: defisiensi perencanaan, inefisiensi pengadaan, keterbatasan manajemen persediaan, kesenjangan koordinasi, dan sistem pemantauan kinerja yang tidak memadai. Temuan kritis adalah ketidakselarasan antara pencapaian service level yang dilaporkan (99,84%) dengan realitas operasional, karena metrik saat ini mengecualikan indikator pengiriman berbasis waktu dan memungkinkan penghapusan reservasi yang tidak terpenuhi, menciptakan data kinerja yang meningkat secara artifisial. Selain itu, tantangan organisasional termasuk tingkat kekosongan karyawan 20-30% dan infrastruktur digital yang terbatas memperburuk inefisiensi ini. Berdasarkan temuan ini, analisis AHP memprioritaskan perspektif Learning & Growth sebagai yang paling kritis (34,1%), diikuti Internal Process (26,9%), Customer (23,4%), dan Financial (15,6%). On-Time Material Fulfillment muncul sebagai vatiabel prioritas global tertinggi (14,6%), menunjukkan konsensus pemangku kepentingan tentang pentingnya pengiriman tepat waktu dibanding metrik berbasis volume. Menanggapi prioritas ini, peta implementasi komprehensif selama 15 bulan dikembangkan dengan fokus pada empat dimensi transformasi: meningkatkan kapabilitas organisasi melalui adaptasi sistem MRP dan penunjukan planner khusus; menstandarkan proses internal melalui perencanaan terstruktur dan SLA pengadaan yang direvisi; meningkatkan layanan pelanggan melalui tracking pemenuhan material secara real-time; dan mengoptimalkan kinerja finansial dengan meminimalkan downtime produksi dan meningkatkan efisiensi biaya. Penelitian ini terbatas pada konteks operasional Lapangan Ramba dan mungkin tidak dapat digeneralisasi ke fasilitas lain. Faktor eksternal dan penilaian keberlanjutan jangka panjang berada di luar ruang lingkup penelitian.