Abstrak - JOSHIA ARIYUDA GAUTAMA
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan sifat fisik dan mekanik bambu betung (Dendrocalamus asper) pada dua lokasi dengan karakteristik edafik dan mikroklimat yang berbeda, serta mengetahui pengaruh posisi aksial batang terhadap sifat-sifat tersebut. Sampel diambil dari Hutan Bambu Sandan, Bali, dan Hutan Lindung Cijambu, Jawa Barat, pada posisi pangkal, tengah, dan ujung batang. Parameter yang diamati meliputi panjang ruas, diameter ruas, berat jenis kering, modulus patah (MoR), dan modulus elastisitas (MoE). Data dianalisis menggunakan uji Shapiro–Wilk, ANOVA dua arah, uji lanjut Tukey, dan korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi tumbuh, posisi aksial, serta interaksi keduanya berpengaruh nyata terhadap sebagian besar parameter yang diamati. Bambu dari Cijambu memiliki berat jenis kering, MoR, dan MoE yang lebih tinggi dibandingkan Sandan, sedangkan bambu dari Sandan cenderung memiliki panjang ruas lebih besar. Pada posisi aksial, sifat fisik dan mekanik bambu menunjukkan pola variasi sepanjang batang, dengan beberapa parameter cenderung meningkat ke arah ujung. Berat jenis kering memiliki korelasi positif kuat dengan MoR (r = 0,860) dan MoE (r = 0,765), yang menunjukkan bahwa peningkatan densitas bambu cenderung diikuti peningkatan kekuatan dan kekakuan material. Hasil ini menegaskan bahwa kualitas bambu betung dipengaruhi oleh kombinasi kondisi lingkungan tumbuh dan posisi aksial batang.
Perpustakaan Digital ITB