Sesar merupakan elemen penting dalam sistem petroleum karena mengontrol migrasi, akumulasi, dan preservasi hidrokarbon. Lapangan NEKE di Blok Rokan, Cekungan Sumatra Tengah, dicirikan oleh struktur antiklin bertipe perangkap tiga arah kemiringan (three-way dip closure) yang dibatasi sesar normal dan terkompartementalisasi menjadi tiga klosur, yaitu A, B, dan C. Klosur A telah terbukti produktif pada reservoir batupasir Upper Red Bed, Grup Pematang (PMA dan PMB), sedangkan sumur NEKE-4 yang dibor untuk mengevaluasi Klosur B justru menemukan reservoir berisi air meskipun memiliki karakteristik struktur dan reservoir yang serupa dengan Klosur A. Kondisi ini menunjukkan pentingnya evaluasi kapasitas sekatan sesar dalam preservasi hidrokarbon.
Penelitian ini menggunakan data seismik tiga dimensi dan data log sumur. Analisis sekatan sesar dilakukan melalui integrasi interpretasi seismik 3D, pemodelan struktur dan horizon stratigrafi, analisis kesehadapan (juxtaposition) litologi, serta pemodelan Shale Gouge Ratio (SGR). Horizon stratigrafi dikonversi menjadi grid struktur tiga dimensi dan dipopulasikan dengan distribusi volume of shale (Vsh) untuk merepresentasikan arsitektur sesar dan pola juxtaposition reservoir. Analisis juxtaposition digunakan untuk mengidentifikasi hubungan reservoir-to-seal, sedangkan nilai SGR digunakan sebagai indikator kapasitas penyekatan sesar.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sesar pembatas Klosur A, B, dan C pada reservoir PMA dan PMB memiliki hubungan juxtaposition berupa sand-to-shale, sand-to-sand, dan shale-to-shale. Nilai SGR pada reservoir PMA dan PMB umumnya lebih besar dari 20%, yang merupakan nilai batas empiris (cutoff) berdasarkan Yielding (1997) untuk mengindikasikan potensi penyekatan sesar. Kalibrasi terhadap Klosur A yang telah terbukti mempertahankan akumulasi hidrokarbon menghasilkan nilai minimum SGR efektif sebesar 37%. Nilai tersebut digunakan sebagai batas kapasitas penyekatan sesar (sealing-capacity cutoff) yang bersifat spesifik terhadap kondisi Lapangan NEKE. Sumur NEKE-4 menembus zona struktur dengan nilai SGR kurang dari 37% pada bidang sesarnya sehingga menghasilkan air pada reservoir PMA dan PMB. Klosur B masih berpotensi mengandung hidrokarbon pada posisi struktur yang lebih tinggi (updip), sedangkan Klosur C menunjukkan potensi penyekatan yang baik dengan distribusi nilai SGR lebih besar dari 37% secara kontinu sepanjang bidang sesar.
Perpustakaan Digital ITB