2026 HAFIZ AHMAD PUTRA SANTOSO ABSTRAK
Terbatas Dwi Ary Fuziastuti
» ITB
Terbatas Dwi Ary Fuziastuti
» ITB
Persaingan Samsung dan iPhone di pasar smartphone premium mengandung ketidakpastian
yang tidak dapat ditangkap oleh model deterministik. Model deterministik
hanya memberikan satu lintasan pasti tanpa informasi mengenai seberapa besar kemungkinan
penyimpangan yang dapat terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
risiko dalam kompetisi dua brand tersebut dengan mengembangkan model deterministik
menjadi model Jump-Diffusion stokastik yang menggabungkan fluktuasi kontinu (difusi
Wiener) dan lompatan diskontinyu (proses Poisson). Parameter pertumbuhan diestimasi
dari data Google Trends menggunakan model Kurva Richards dengan metode Least
Square. Risiko diukur melalui lebar interval kepercayaan 95% dari lintasan stokastik
yang dihasilkan oleh simulasi Monte Carlo dengan metode Euler-Maruyama. Hasil
simulasi mengungkapkan bahwa brand pesaing mencapai kerentanan risiko maksimum
di sekitar puncak pertumbuhannya. Variasi parameter menunjukkan bahwa dampak
lompatan (??) memiliki pengaruh yang jauh lebih dominan dibandingkan frekuensi
lompatan (?) untuk menghasilkan pelebaran interval kepercayaan yang setara, ?? hanya
perlu dinaikkan empat kali lipat, sedangkan ? perlu dinaikkan hampir tiga belas kali
lipat. Dominasi ini merupakan konsekuensi dari kontribusi kuadratik ?? terhadap variansi,
berbeda dengan ? yang hanya bersifat linier. Sementara itu, sentimen pasar (??)
yang tidak netral menyebabkan divergensi rata-rata stokastik dari prediksi deterministik.
Lebih lanjut, teridentifikasi efek limpahan (spillover effect) di mana guncangan pada
brand eksis justru menciptakan ketidakpastian yang lebih besar bagi brand pesaing,
menegaskan bahwa risiko dalam kompetisi pasar bersifat sistemik, bukan individual.
Perpustakaan Digital ITB