digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

2026 HAFIZ AHMAD PUTRA SANTOSO ABSTRAK
Terbatas Dwi Ary Fuziastuti
» ITB

Persaingan Samsung dan iPhone di pasar smartphone premium mengandung ketidakpastian yang tidak dapat ditangkap oleh model deterministik. Model deterministik hanya memberikan satu lintasan pasti tanpa informasi mengenai seberapa besar kemungkinan penyimpangan yang dapat terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko dalam kompetisi dua brand tersebut dengan mengembangkan model deterministik menjadi model Jump-Diffusion stokastik yang menggabungkan fluktuasi kontinu (difusi Wiener) dan lompatan diskontinyu (proses Poisson). Parameter pertumbuhan diestimasi dari data Google Trends menggunakan model Kurva Richards dengan metode Least Square. Risiko diukur melalui lebar interval kepercayaan 95% dari lintasan stokastik yang dihasilkan oleh simulasi Monte Carlo dengan metode Euler-Maruyama. Hasil simulasi mengungkapkan bahwa brand pesaing mencapai kerentanan risiko maksimum di sekitar puncak pertumbuhannya. Variasi parameter menunjukkan bahwa dampak lompatan (??) memiliki pengaruh yang jauh lebih dominan dibandingkan frekuensi lompatan (?) untuk menghasilkan pelebaran interval kepercayaan yang setara, ?? hanya perlu dinaikkan empat kali lipat, sedangkan ? perlu dinaikkan hampir tiga belas kali lipat. Dominasi ini merupakan konsekuensi dari kontribusi kuadratik ?? terhadap variansi, berbeda dengan ? yang hanya bersifat linier. Sementara itu, sentimen pasar (??) yang tidak netral menyebabkan divergensi rata-rata stokastik dari prediksi deterministik. Lebih lanjut, teridentifikasi efek limpahan (spillover effect) di mana guncangan pada brand eksis justru menciptakan ketidakpastian yang lebih besar bagi brand pesaing, menegaskan bahwa risiko dalam kompetisi pasar bersifat sistemik, bukan individual.