Superoksida dismutase (SOD) bertindak sebagai antioksidan enzimatik lini pertama
yang memberikan perlindungan terhadap radikal superoksida, salah satu penyebab
stress oksidatif. Pertambahan usia serta kondisi tertentu, seperti mal- atau over?nutrisi, berpengaruh pada defisiensi SOD. Pemberian SOD eksogen dapat menjadi
salah satu pendekatan untuk mengatasi berbagai kondisi stres oksidatif tersebut.
Dalam suatu studi in silico, rekombinan mangan SOD dari Staphylococcus
equorum (rMnSODSeq) diperkirakan mampu untuk mensensitisasi sistem imun
manusia. Dalam hal ini, evaluasi profil inflamasi menjadi salah satu aspek
keamanan yang perlu dipertimbangkan dalam pengembangan rMnSODSeq untuk
aplikasinya pada manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi respons
inflamasi dari rMnSODSeq tipe alami (WT) serta varian mutan termostabilnya,
yakni D47C dan D47C-E115C, yang membentuk oligomer. Hasil penelitian ini
dapat mengkonfirmasi dugaan terhadap rMnSODSeq tipe alami dan menurunnya
kemampuan sensitisasi mutan akibat pembentukan oligomer. Evaluasi dilakukan
melalui pendekatan in vitro menggunakan lini sel makrofag RAW 264.7. Respons
inflamasi dievaluasi dengan melihat tingkat ekspresi mRNA sitokin proinflamasi
TNF-? dan IL-6 menggunakan qPCR, dan konsentrasi nitrit oksida (NO) yang
diukur dengan uji Griess. Evaluasi terhadap ketiga biomarker tersebut
menunjukkan bahwa rMnSODSeq tidak menimbulkan reaksi inflamasi. Secara
spesifik, level ekspresi TNF-? dan IL-6, pasca inkubasi dengan rMnSODSeq secara
berurutan selama 2 dan 6 jam, menunjukkan tren penurunan signifikan saat
dibandingkan dengan sel tanpa perlakuan maupun kontrol positif yang diberikan
Lipopolisakarida (LPS). Produksi NO pasca inkubasi selama 24 jam lebih rendah
secara signifikan terhadap sel yang diberikan LPS dan tidak berbeda bermakna
dengan kontrol sel tanpa perlakuan. Namun, morfologi fenotipe M2 (antiinflamasi)
teramati pada sel yang diberikan varian rMnSODSeq. Temuan ini menunjukkan
bahwa rMnSODSeq, baik tipe alami maupun mutan D47C dan D47C-E115C, tidak
meningkatkan ekspresi biomarker inflamasi TNF-?, IL-6, dan produksi NO.
Penurunan ekspresi TNF-? dan IL-6 serta perubahan langsung makrofag menjadi
fenotipe M2 yang teramati pada model sel RAW 264.7 mengindikasikan bahwa
rMnSOD justru menekan respon sel imun, sesuatu yang belum pernah dilaporkan
sebelumnya.
Perpustakaan Digital ITB