digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Superoksida dismutase (SOD) bertindak sebagai antioksidan enzimatik lini pertama yang memberikan perlindungan terhadap radikal superoksida, salah satu penyebab stress oksidatif. Pertambahan usia serta kondisi tertentu, seperti mal- atau over?nutrisi, berpengaruh pada defisiensi SOD. Pemberian SOD eksogen dapat menjadi salah satu pendekatan untuk mengatasi berbagai kondisi stres oksidatif tersebut. Dalam suatu studi in silico, rekombinan mangan SOD dari Staphylococcus equorum (rMnSODSeq) diperkirakan mampu untuk mensensitisasi sistem imun manusia. Dalam hal ini, evaluasi profil inflamasi menjadi salah satu aspek keamanan yang perlu dipertimbangkan dalam pengembangan rMnSODSeq untuk aplikasinya pada manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi respons inflamasi dari rMnSODSeq tipe alami (WT) serta varian mutan termostabilnya, yakni D47C dan D47C-E115C, yang membentuk oligomer. Hasil penelitian ini dapat mengkonfirmasi dugaan terhadap rMnSODSeq tipe alami dan menurunnya kemampuan sensitisasi mutan akibat pembentukan oligomer. Evaluasi dilakukan melalui pendekatan in vitro menggunakan lini sel makrofag RAW 264.7. Respons inflamasi dievaluasi dengan melihat tingkat ekspresi mRNA sitokin proinflamasi TNF-? dan IL-6 menggunakan qPCR, dan konsentrasi nitrit oksida (NO) yang diukur dengan uji Griess. Evaluasi terhadap ketiga biomarker tersebut menunjukkan bahwa rMnSODSeq tidak menimbulkan reaksi inflamasi. Secara spesifik, level ekspresi TNF-? dan IL-6, pasca inkubasi dengan rMnSODSeq secara berurutan selama 2 dan 6 jam, menunjukkan tren penurunan signifikan saat dibandingkan dengan sel tanpa perlakuan maupun kontrol positif yang diberikan Lipopolisakarida (LPS). Produksi NO pasca inkubasi selama 24 jam lebih rendah secara signifikan terhadap sel yang diberikan LPS dan tidak berbeda bermakna dengan kontrol sel tanpa perlakuan. Namun, morfologi fenotipe M2 (antiinflamasi) teramati pada sel yang diberikan varian rMnSODSeq. Temuan ini menunjukkan bahwa rMnSODSeq, baik tipe alami maupun mutan D47C dan D47C-E115C, tidak meningkatkan ekspresi biomarker inflamasi TNF-?, IL-6, dan produksi NO. Penurunan ekspresi TNF-? dan IL-6 serta perubahan langsung makrofag menjadi fenotipe M2 yang teramati pada model sel RAW 264.7 mengindikasikan bahwa rMnSOD justru menekan respon sel imun, sesuatu yang belum pernah dilaporkan sebelumnya.