digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak - PUTRI IRENE MELANIE WANDA
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Badai geomagnetik yang dipicu oleh Coronal Mass Ejection (CME) dan Corotating Interaction Region (CIR) menyebabkan gangguan pada medan magnet Bumi. Penelitian ini menganalisis respons perubahan komponen horizontal (?H) di tiga stasiun geomagnetik lintang rendah dengan bujur berbeda, yaitu Kanoya (KNY), Pamatai (PPT), dan San Juan (SJG), terhadap 10 kejadian badai geomagnetik pada solar cycle 24 (5 CME-driven dan 5 CIR-driven; Dst ? ?50 nT). Data dianalisis menggunakan Superposed Epoch Analysis (SEA), regresi linear, korelasi Pearson, dan Cross-Correlation Function (CCF). Hasil menunjukkan bahwa CME menghasilkan gangguan yang lebih impulsif, sedangkan CIR bersifat lebih gradual, meskipun keduanya menghasilkan intensitas SYM-H yang sebanding. Respons ?H berbeda di setiap stasiun; pada badai CME, PPT dan KNY merespons hampir bersamaan dengan puncak SYM-H, sedangkan puncak ?H di SJG mengalami keterlambatan hingga 12,3 jam. PPT juga menunjukkan korelasi terkuat dengan SYM-H dan gain factor lebih besar dari satu, menandakan bahwa amplitudo respons lintang rendah tidak selalu lebih sederhana daripada indeks global. Meskipun demikian, analisis cross-correlation menunjukkan bahwa secara keseluruhan kurva, ?H tetap sinkron dengan SYM-H, dengan rata-rata yang cenderung meningkat dari KNY ke SJG sejalan dengan pengaruh sektor waktu lokal magnetik. Hasil ini menunjukkan bahwa respons geomagnetik di lintang rendah bersifat heterogen dan dipengaruhi oleh bujur serta tipe badai, sehingga analisis menggunakan satu indeks global perlu dilengkapi dengan pengamatan multistasiun.