Abstrak - PUTRI IRENE MELANIE WANDA
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Badai geomagnetik yang dipicu oleh Coronal Mass Ejection (CME) dan Corotating
Interaction Region (CIR) menyebabkan gangguan pada medan magnet
Bumi. Penelitian ini menganalisis respons perubahan komponen horizontal
(?H) di tiga stasiun geomagnetik lintang rendah dengan bujur berbeda, yaitu
Kanoya (KNY), Pamatai (PPT), dan San Juan (SJG), terhadap 10 kejadian
badai geomagnetik pada solar cycle 24 (5 CME-driven dan 5 CIR-driven; Dst
? ?50 nT). Data dianalisis menggunakan Superposed Epoch Analysis (SEA),
regresi linear, korelasi Pearson, dan Cross-Correlation Function (CCF).
Hasil menunjukkan bahwa CME menghasilkan gangguan yang lebih impulsif,
sedangkan CIR bersifat lebih gradual, meskipun keduanya menghasilkan
intensitas SYM-H yang sebanding. Respons ?H berbeda di setiap stasiun;
pada badai CME, PPT dan KNY merespons hampir bersamaan dengan puncak
SYM-H, sedangkan puncak ?H di SJG mengalami keterlambatan hingga
12,3 jam. PPT juga menunjukkan korelasi terkuat dengan SYM-H dan gain
factor lebih besar dari satu, menandakan bahwa amplitudo respons lintang
rendah tidak selalu lebih sederhana daripada indeks global. Meskipun demikian,
analisis cross-correlation menunjukkan bahwa secara keseluruhan kurva,
?H tetap sinkron dengan SYM-H, dengan rata-rata yang cenderung meningkat
dari KNY ke SJG sejalan dengan pengaruh sektor waktu lokal magnetik.
Hasil ini menunjukkan bahwa respons geomagnetik di lintang rendah bersifat
heterogen dan dipengaruhi oleh bujur serta tipe badai, sehingga analisis
menggunakan satu indeks global perlu dilengkapi dengan pengamatan multistasiun.
Perpustakaan Digital ITB